Polisi Akan Periksa Lokasi Pembuatan Video Porno Gisel di Medan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Gisella Anastasia usai menjalani pemeriksaan dengan statusnya sebagai tersangka kasus video asusila di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jumat, 8 Januari 2021. Gisel keluar usai diperiksa sekitar 9,5 jam terkait kasus videonya. TEMPO/Nurdiansah

    Ekspresi Gisella Anastasia usai menjalani pemeriksaan dengan statusnya sebagai tersangka kasus video asusila di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jumat, 8 Januari 2021. Gisel keluar usai diperiksa sekitar 9,5 jam terkait kasus videonya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa tempat pembuatan video porno penyanyi Gisella Anastasia alias Gisel di sebuah hotel di Medan, Sumatera Utara. "Ada beberapa alat bukti yang harus kami lengkapi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jumat, 8 Januari 2021.

    Rencana tindak lanjut ini akan dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas perkara sebelum diserahkan kepada Kejaksaan untuk disidangkan. "Mudah-mudahan tidak ada halangan sampai penyelesaian nanti," kata Yusri.

    Jumat kemarin, Gisel menjalani pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka dalam kasus video porno yang dilakoninya bersama Michael Yukinobu de Fretes. Polisi menanyai Gisel dengan 49 pertanyaan dalam pemeriksaan 9,5 jam.

    Penyidik memutuskan untuk tidak menahan Gisel karena penyanyi itu dinilai kooperatif dan alasan kemanusiaan. "Anaknya masih empat tahun lebih, perlu bimbingan ibunya, sehingga kami tidak menahannya," ujar Yusri.

    Polisi mewajibkan Gisel dan Michael melapor dua kali dalam sepekan tiap Senin dan Kamis.

    Gisel disangka melanggar Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Sedangkan Michael dijerat Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Keduanya terancam hukuman penjara minimal enam bulan dan paling lama 12 tahun.

    ANTARA | M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Baru Pengobatan Covid-19 Untuk Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga

    Terobosan Baru Pengobatan Covid-19 Untuk Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga