Kronologi Perkara RS Ummi Bogor yang Menjerat Rizieq Shihab Menjadi Tersangka

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya dari atas mobil saat tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa, 10 November 2020. Rizieq Shihab kembali ke Indonesia setelah menetap di Arab Saudi sejak tahun 2017. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya dari atas mobil saat tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa, 10 November 2020. Rizieq Shihab kembali ke Indonesia setelah menetap di Arab Saudi sejak tahun 2017. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta – Belum genap dua bulan kembali dari Arab Saudi, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab telah menjadi tersangka di tiga kasus. Dua kasus pertama menyangkut masalah kerumunan di masa pandemi Covid-19.

    Sementara itu, satu kasus terakhir menyoal perkara Rumah Sakit Ummi Bogor. Penetapan tersangka untuk perkara RS Ummi Bogor diumumkan Badan Reserse Kriminal Polri pada Senin, 10 Januari 2021. Rizieq dijerat bersama dua orang lainnya.

    "Penyidik sudah melaksanakan gelar dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu Rizieq Shihab, Andi Tatat (Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Bogor), dan Hanif Alatas (pihak keluarga Rizieq Shihab)," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian.

    Berikut ini perjalanan kasus Rizieq Shihab di kasus RS Ummi Bogor.

    ADVERTISEMENT

    25 November 2020

    Pada 25 November, Rizieq Shihab pertama kali dikabarkan dirawat di RS UMMI Bogor. Ia menjalani perawatan di sana karena diduga terpapar virus Corona.

    26 November

    Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212 Slamet Maarif menampik Rizieq tertular Covid-19. Dia menyebut Rizieq Shihab hanya sebatas melakukan pengecekan kesehatan. "IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) datang ke RS UMMI meminta general check-up,” kata Slamet.

    Menurut dia, Rizieq sempat merasa kelelahan setelah menjalani berbagai kegiatan dan berinteraksi dengan ribuan jemaah setibanya di Indonesia 10 November 2020.

    Pada hari yang sama, Direktur Utama Rumah Sakit UMMI Bogor Andi Tata mengungkapkan hasil pemeriksaan tim dokter. Ia menyatakan Rizieq disebut hanya kelelahan karena aktivitasnya setelah pulang dari Arab Saudi pada 10 November 2020 padat.

    Dari hasil screening tim dokter rumah sakit, Rizieq juga disebut dalam keadaan sehat walafiat. Ia disebut telah menjalani serangkaian pemeriksaan. Berdasarkan hasil rontgen dan hasil laboratorium, kondisi Rizieq tidak mengarah Covid-19.

    27 November

    RS Ummi Bogor disebut belum melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes swab terhadap Rizieq Shihab yang dirawat inap bersama istrinya. Dirut beralasan belum ada indikasi yang mengarah ke penyakit yang ditimbulkan karena wabah tersebut.  

    Dirut mengatakan tes kesehatan dilakukan terhadap Rizieq dan istrinya yang langsung datang ke Instalasi Gawat Darurat. Beberapa tes laboratorium yang dilakukan tim dokter, kata dia, menunjukkan bahwa Rizieq sehat, "Beliau sehat walafiat dan belum ada indikasi yang mengarah ke Covid-19."

    Namun, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta rumah sakit mengetes swab Rizieq yang dirawat inap bersama istrinya. Bima meminta Rizieq tes ulang pada hari itu juga agar hasil segera keluar.

    Di hari yang sama, karangan bunga bertuliskan ucapan cepat sembuh dan sehat selalu untuk Rizieq Shihab membanjiri rumah sakit. Kiriman bunga terus berdatangan sejak 27 Desember pagi. Karangan bunga itu berderet di depan lobi hingga lorong jalan menuju area parkir kendaraan Rumah Sakit UMMI di Alun-alun Empang, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?