RS Rujukan Covid-19 Sudah Penuh, Dokter: Gak Usah Keluar-keluar Bikin Kerumunan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbincang dengan salah satu perawat pasien Covid-19 secara virtual saat meninjau RSUD Pasar Minggu, di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2020. Kunjungan Riza guna memastikan jumlah SDM, dokter, tenaga kesehatan yang cukup di rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbincang dengan salah satu perawat pasien Covid-19 secara virtual saat meninjau RSUD Pasar Minggu, di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2020. Kunjungan Riza guna memastikan jumlah SDM, dokter, tenaga kesehatan yang cukup di rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Dokter relawan di rs rujukan Covid-19 milik DKI Jakarta berharap masyarakat lebih peduli terhadap protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, termasuk keluar rumah bikin kerumunan.

    "Karena sekarang rumah sakit sudah penuh," kata dokter berinisial AR yang bertugas di RSUD kawasan Jakarta Timur itu saat dihubungi, Senin, 11 Januari 2021.

    Ia menuturkan bangsal isolasi dan ruang perawatan intensif atau ICU tempat merawat pasien Covid-19 telah penuh sejak November lalu. Bangsal perawatan, kata dia, hampir tidak pernah kosong meski telah ditambah kapasitasnya dari 200 menjadi 500 tempat tidur isolasi.

    Baca juga : RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Kritis, Wagub DKI: Penularan Virus Lebih Cepat

    Menurut dia, penambahan tempat tidur dan lonjakan pasien yang belum turun ini berpotensi menyebabkan pasien dengan penyakit lain bisa tak terlayani. Akibatnya, kata dia, kondisi pasien non-Covid-19 bisa menjadi fatal karena tidak ada ruang perawatan.

    "Karena kalau semua ruangan terpakai untuk pasien Covid-19, pasien lain yang mau kontrol tidak bisa itu bisa fatal. Karena pasien lain juga butuh perawatan," ujarnya.

    Ia berharap pemerintah serius menerapkan pengetatan pembatasan sosial berskala besar. Menurut dia, protokol 3M, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pun harus ditambah dengan mencegah orang keluar.

    "Jadi kalau tidak ada kepentingan yang mendesak lebih baik di rumah. Karena berita rumah sakit penuh ini benar-benar terjadi," ujarnya. "Gak usah neko-neko untuk kumpul-kumpul sekarang. Jaga diri sendiri dan orang terdekat lebih penting sekarang."

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.