14 Januari 2021 Vaksinasi Covid-19 di Banten Dimulai, Diawali Para Kepala Daerah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin Covid-19. REUTERS/Pascal Rossignol

    Ilustrasi vaksin Covid-19. REUTERS/Pascal Rossignol

    TEMPO.CO, Tangerang -Seluruh Kepala Daerah di Provinsi Banten akan menjalani vaksinasi Covid-19 pada Kamis, 14 Januari 2021 mendatang.

    "Launching vaksinasi di pendopo Tangerang, yang divaksin seluruh kepala daerah se Banten dan Forkopimda Provinsi Banten," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dokter Desiriana Dinardinanti kepada TEMPO, Selasa 11 Januari 2021.

    Setelah itu, kata Desriana, barulah tenaga kesehatan yang divaksin secara bertahap. " Nakes dimulai 15 Januari secara bertahap. Tahap pertama Termin 1 bulan Januari  untuk Kota Tangerang Selatan, Kabupaten-kota  yang lain tahap 1, termin ke 2, mulai bulan Februari."

    Baca juga : Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksi Covid-19, Ini Sebabnya

    Adapun di Kabupaten Tangerang, sebanyak 5.479 tenaga kesehatan yang  menjalani vaksinasi.Para tenaga medis, kata Desiriana, akan menerima vaksin Sinovac Covid- 19 di seluruh rumah sakit dan Puskesmas di Kabupaten Tangerang. "Vaksinasi bagi para tenaga kesehatan ditargetkan selesai April 2021."

    Kabupaten Tangerang telah memetakan kebutuhan vaksin berdasarkan kelompok prioritas. Adapun kebutuhan vaksin sebanyak 1.359.419 dan diberikan dalam dua tahap.

    Berikut rinciannya ; Tahap 1, petugas medis dan nonmedis di fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 5.479 vaksin, Polri (1.488 vaksin), TNI (704 vaksin), Satpol PP (400 vaksin). Pada tahap 2 dibutuhkan 1.351.348 dengan sasaran usia 18 tahun sampai 59 tahun.

    Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyambut baik kedatangan 4.560 Vial vaksin Covid-19 di Banten.

    Dia berharap segera bisa melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat Kabupaten Tangerang. "Segera selesai pandemi Covid-19 ini agar masyarakat dan seluruh sendi kehidupan bisa berjalan lebih baik lagi," ujarnya.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.