Tahap Pertama, Kota Depok Bakal Suntikkan 11.140 Vaksin Covid-19 Mulai Lusa

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ilustrasi Vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok -Pemerintah Kota Depok menyebut bakal menyuntikkan 11.140 vaksin Covid-19 pada pemberian tahap awal sepanjang Januari hingga April 2021

    Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, dari jumlah total vaksin tersebut, dominasi akan diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang intensif melakukan penanganan pasien Covid-19.

    “11.130 tenaga kesehatan, sisanya 10 digunakan untuk launching pada Kamis, 14 Januari 2021 mendatang,” kata Idris saat melakukan simulasi pemberian vaksin di RSUI, Selasa 12 Januari 2021.

    Baca juga : Kota Depok Masuk Zona Merah Selama 4 Pekan, DPRD: Perlu Evaluasi Bersama 

    Idris mengatakan, vaksin yang direncanakan tiba di Kota Depok pada hari, Selasa 12 Januari 2021 tersebut, akan dilaunching pada Kamis 14 Januari 2021, ditandai dengan pemberian vaksin terhadap 10 orang.

    “Tapi tergantung besok, kalau pak Presiden nggak mundur berarti ya kita Kamis, sebelum pak presiden launching kita belum launching, kalau sesuai jadwal, besok pusat, kita daerah itu hari Kamis,” kata Idris.

    Idris berharap, usai dilaunching, masyarakat tidak ada yang menolak untuk diberikan vaksin Anti Covid-19, menurutnya vaksin yang siap didistribusikan telah mendapat sertifikat halal dan layak dari MUI dan BPOM.

    “Saya yakinkan, pemerintah sudah melakukan ikhtiar yang luar biasa, Jadi kita positif thinking, jangan dengan praduga-praduga, was-was, atau awas lu awas lu, kita trust kepada pemerintah dalam hal ini,” kata Idris.

    Program vaksinasi Covid-19 akan segera di mulai di sejumlah daerah di Indonesia pasca kedatangan jutaan dosis vaksin produksi perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac Biotech, pada 6 Desember lalu.

    Kota Depok, bakal melaunching vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia. Kemudian akan dilanjutkan disebar ke-20 rumah sakit swasta dan 38 puskemas.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.