Blusukan Risma Dilaporkan ke Jokowi dan Setneg, Fraksi PDIP: Tidak Masalah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Tri Rismaharini saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Kedatangan Risma untuk berkoordinasi terkait hasil kajian pengelolaan bantuan sosial yang dilakukan KPK dan membahas surat rekomendasi KPK tentang penyampaian hasil kajian pengelolaan bantuan sosial yang disalurkan pemerintah dapat tepat sasaran. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Sosial Tri Rismaharini saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Kedatangan Risma untuk berkoordinasi terkait hasil kajian pengelolaan bantuan sosial yang dilakukan KPK dan membahas surat rekomendasi KPK tentang penyampaian hasil kajian pengelolaan bantuan sosial yang disalurkan pemerintah dapat tepat sasaran. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono tak mempermasalahkan pelaporan blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma yang dianggap bohong.

    Pelaporan blusukan Risma ke Kementerian Sekretaris Negara dan Jokowi itu dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah, Tjetjep Muhammad Yasen alias Gus Yasin.

    "Tidak masalah kalau ada warga yang melaporkan atas kinerja Bu Risma ke Setneg, itu hak warga masyarakat," kata Gembong melalui pesan singkat, Rabu, 13 Januari 2021.

    Tjetjep Muhammad Yasen menyatakan akan mengirimkan laporan dugaan kebohongan blusukan Risma ke Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) dan Presiden Jokowi. Laporan itu dilayangkan setelah pelaporan Tjetjep ditolak Polda Metro Jaya.   

    "Tembusan ke Presiden, laporan dugaan kebohongan blusukan Menteri Sosial yang menemui gelandangan di jalan Sudirman dan Thamrin, akan saya kirim langsung ke Sekretariat Negara," kata Yasin melalui pesan teks, Selasa.

    Gembong menduga banyak orang terganggu dengan kegiatan blusukan bekas Wali Kota Surabaya itu untuk menemui tunawisma dan pemulung. "Bagi saya agak unik juga sih, ada pejabat yang kerja serius sesuai tupoksinya dilaporkan. Lah gimana kalau ada pejabat yang tidak maksimal kerjanya? Dilaporkan juga?"


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.