Anies Baswedan dan Riza Patria Dipastikan Tidak Disuntik Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berolah raga saat menjalani isolasi di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Desember 2020. Anies Baswedan terkonfirmasi positif COVID-19 sejak 1 Desember setelah melakukan tes usap PCR dan saat ini menjalani isolasi mandiri tanpa didampingi keluarga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berolah raga saat menjalani isolasi di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Desember 2020. Anies Baswedan terkonfirmasi positif COVID-19 sejak 1 Desember setelah melakukan tes usap PCR dan saat ini menjalani isolasi mandiri tanpa didampingi keluarga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemerintah DKI bakal menunjuk pejabat untuk menjadi contoh pemberian vaksin Covid-19. Sebabnya, Gubernur DKI Anies Baswedan dan Riza tidak bisa menjadi pejabat pertama di DKI yang mendapatkan vaksinasi karena menjadi penyintas Covid-19.

    "Nanti ada wakil dari masing-masing pemerintah daerah termasuk Jakarta ada yang mewakili," kata Riza seusai meninjau protokol kesehatan di Mal Ciputra, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Januari 2021.

    Riza Patria menuturkan prinsipnya seluruh pejabat negara mulai dari gubernur, bupati dan wali kota wajib menjadi contoh dalam penyuntikan pemicu kekebalan terhadap virus Covid-19 itu. Namun, pejabat yang penyintas Covid-19 tidak masuk kategori prioritas.

    Termasuk, kata dia, pejabat seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang pernah mendapatkan suntik vaksin saat uji klinis kemarin. "Karena pernah jadi relawan vaksin, tidak bisa (divaksinasi lagi)."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?