Ajak Penyintas Donor Plasma Darah, Anies Baswedan: Covid-19 Itu Tidak Enak

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Anies Baswedan saat dijenguk oleh keluarganya di rumah dinas gubernur, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, pada Kamis, 17 Desember 2020. Kredit: Tim Internal Gubernur

    Gubernur Anies Baswedan saat dijenguk oleh keluarganya di rumah dinas gubernur, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, pada Kamis, 17 Desember 2020. Kredit: Tim Internal Gubernur

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak para penyintas Covid-19 yang baru sembuh untuk donor plasma darah bagi pasien bergejala berat dan kritis.

    Sebagai orang yang selamat dan berhasil sembuh atau penyintas Covid-19, Anies merasakan sendiri betapa tak enaknya terinfeksi virus SARS-CoV-2 itu. Penderitaannya bertambah karena tidak ada keluarga yang menemani selama menjalani isolasi mandiri.

    "Saya pernah merasakan Covid-19 dan itu tidak enak," kata Anies dalam siaran pers, Kamis, 14 Januari 2021.

    Karena itu, Anies mendorong penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma darah untuk terapi plasma konvalesen. Dia mengatakan, pasien Covid-19 bergejala berat atau kritis memerlukan plasma konvalesen.

    Anies telah mendonorkan plasma darahnya di markas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Rabu, 13 Januari 2021. Dia ingin warga DKI juga sembuh dari Covid-19.

    "Beruntung saya bisa sembuh walaupun dalam kurun waktu yang lama," ujarnya.

    Baca juga: Anies Baswedan Donorkan Plasma Darahnya Sebagai Penyintas Covid-19

    Anies Baswedan baru sembuh setelah menjalani isolasi mandiri selama 28 hari. Dia terkonfirmasi positif Covid-19 pada 1 Desember 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.