Ditolak 10 Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Asal Depok Meninggal di Taksi Daring

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pasien Covid-19 asal Depok, Jawa Barat, tak tertolong, pada 3 Januari lalu, setelah ditolak 10 rumah sakit rujukan. Laporan ini diterima Lapor Covid-19 dari keluarganya.

    "Pasien itu meninggal di taksi daring," kata relawan tim BantuWargaLaporCovid19, Tri Maharani dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Januari 2021.

    Saat dihubungi Tempo, Tri menceritakan saat itu pasien membutuhkan alat bantu napas ventilator. Dia berkeliling ke 10 rumah sakit dalam keadaan sesak napas di dalam taksi daring. Namun, rumah sakit yang didatanginya menolak lantaran ruang ICU penuh.

    Tri memperkirakan, pasien itu telah terinfeksi Covid-19 lebih dari delapan hari. Sayangnya, pasien tak mendapatkan pertolongan dini.

    "Kalau orang Covid-19 sesak sudah (terpapar) hari ke berapa. Tidak mungkin terpapar hari pertama sesak," kata dokter ahli toksikologi ini.

    Sejak awal Covid-19 di Indonesia, Tri membantu banyak orang yang kesulitan mencari rumah sakit rujukan Covid-19. Rumah sakit rujukan di Jabodetabek dirasakannya mulai penuh sejak September 2020.

    Pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan rumah sakit sempat berkurang saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat pada September-Oktober 2020. Susah payah mencari rumah sakit kembali dirasakan Tri sejak November 2020 sampai saat ini.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.