Dinas Kesehatan DKI: Penguatan Sinergi Diperlukan Hadapi Klaster Keluarga

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan saat ini penguatan sinergi antar pihak sangat diperlukan untuk menghadapi makin banyaknya klaster keluarga Covid-19. DKI sedang menguatkan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 tingkat RT dan RW sebagai inti utama untuk saling melengkapi dengan program dari pihak lainnya seperti Kampung Tangguh dari Polda Metro Jaya dalam menangani masalah COVID-19 secara komprehensif.

    "Ada sinergi antara Pemerintah DKI dan Forkopimda untuk penguatan karena semakin lama, klaster keluarga semakin banyak,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Jakarta, Jumat, 15 Januari 2021. Penguatan dilakukan agar keluarga mengetahui yang harus dilakukan jika ada anggota keluarga yang terpapar COVID.

    Baca: Klaster Keluarga Bermunculan Usai Libur Akhir Tahun, Tersebar di 33 Kecamatan

    Selain penguatan satgas, Dinas Kesehatan DKI akan terus menerus meningkatkan pengetesan bekerjasama dengan berbagai laboratorium untuk memberikan respons yang lebih cepat.

    "Langkah ketiga yaitu penanganan.” Tempat-tempat isolasi di rumah sakit maupun wisma hotel yang disiapkan pemerintah. DKI punya 141 rumah sakit yang jadi rujukan.

    Widyastuti mengingatkan masyarakat bahwa berapa pun jumlah rumah sakit dan tempat tidur yang disediakan akan percuma jika tidak semuanya taat kepada protokol kesehatan yang menjadi salah satu kunci memutus mata rantai virus Covid-19.

    Hingga kemarin, Jumat, 15 januari 2021, jumlah kasus Covid-19 di Jakarta sebanyak 220.434 kasus dengan jumlah kasus aktif sampai Jumat ini sebanyak 20.800 orang yang masih diisolasi.

    Klaster keluarga semakin banyak, persentase kasus positif atau positivity rate Jakarta sepekan terakhir sebesar 16,9 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 9,4 persen. Padahal, WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.