Kalung Rosario dan Cincin Penumpang Sriwijaya Air Jatuh Ditemukan Tim Kopaska

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak,  di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu, 16 Januari 2021. im SAR gabungan mengevakuasi 26 kantong jenazah pada hari kedelapan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Petugas membawa kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak, di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu, 16 Januari 2021. im SAR gabungan mengevakuasi 26 kantong jenazah pada hari kedelapan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyelam komando pasukan katak (Kopaska) TNI AL menemukan kalung rosario dan cincin milik penumpang pesawat Sriwijaya Air jatuh. Rosario itu milik pramugari NAM Air yang turut serta dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak, Grislend Gloria. 

    "Kalung dengan liontin salib itu berada dalam tas bersama paspor dengan nama Grislend Gloria Natalies," kata penyelam Kopaska, Kapten Iwan Pratama di KRI Rigel-933, Minggu 17 Januari 2021.

    Sebelumnya, tim penyelam Kopaska juga menemukan dompet berwarna coklat berisi identitas di antaranya kartu kesehatan PT Sriwijaya Air Group atas nama Yunni Dwi Saputri. Penyelam juga menemukan buku pemeriksaan Ramp Check atas nama Oke Dhurrotul J, pramugari NAM Air.

    Hingga hari kesembilan operasi pencarian korban pesawat jatuh itu, tim SAR TNI AL masih terus mencari memori dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Boeing yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu tersebut. Dalam pencarian tersebut, para penyelam juga mengumpulkan serpihan pesawat dan jenazah korban penumpang pesawat itu.

    ADVERTISEMENT

    Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid menyatakan akan  fokus pada objek pencarian terutama jenazah, karena ini menjadi harapan bagi keluarga korban.

    "Serpihan juga tetap dievakuasi, apabila kita melihat kondisi beacon  (sinyal pandu) yang ditemukan beberapa hari lalu ada kemungkinan CVR tertutup oleh serpihan pesawat," ujar Rasyid.

    Baca juga: Cerita Rekan Kerja Pramugari Nam Air yang Jadi Korban Sriwijaya Air Jatuh

    Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang masa pencarian korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu itu hingga 18 Januari 2021.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.