Dishub DKI Catat Volume Kendaraan di Jakarta Turun 4,32 Persen Selama PSBB Ketat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana arus lalu lintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 29 Desember 2020. Ruas jalan yang rencananya ditutup pada malam pergantian tahun di antaranya Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana arus lalu lintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 29 Desember 2020. Ruas jalan yang rencananya ditutup pada malam pergantian tahun di antaranya Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan selama 6 hari penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB ketat di Ibu Kota, 11-16 Januari 2021, volume kendaraan bermotor turun sebesar 4,32 persen. Angka itu merupakan perbandingan volume kendaraan dengan masa PSBB transisi pada 4-9 Januari 2021.

    Pada perbandingan periode waktu yang sama, Dinas Perhubungan mencatat kenaikan pengguna sepeda. “Volume lalu lintas sepeda mengalami peningkatan sebesar 4,01 persen,” kata Syafrin dalam keterangannya pada Senin, 18 Januari 2021.

    Syafrin menjelaskan pihaknya juga mencatat penurunan penumpang angkutan umum perkotaan. Pada masa PSBB ketat atau dikenal sebagai Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tercatat pengguna angkutan umum perkotaan sebanyak 724.560 penumpang. Angka itu turun 3,52 persen jika dibandingkan dengan PSBB masa transisi dengan 751.560 penumpang angkutan umum per harinya.

    Penurunan juga terjadi pada kelompok penumpang harian angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).  “Jumlah penumpang harian AKAP pada PPKM adalah 4.469 penumpang per hari, mengalami penurunan sebesar 25,86 persen dibandingkan pemberlakuan PSBB masa transisi II 6.028 penumpang per hari,” kata Syafrin.

    Selain itu Syafrin juga memaparkan perbandingan data pelanggaran protokol kesehatan pada masa PPKM dengan PSBB transisi. Berikut adalah rinciannya:

    - Operasi Yustisi
    PSBB MT II: 514 pelanggaran (denda Rp2.150.000,-)
    PPKM: 569 pelanggaran (denda Rp2.300.000,-)

    - Pengawasan pembatasan kapasitas angkut sarana transportasi
    PSBB MT II: 57 pelanggaran
    PPKM: 100 pelanggaran

    - Pengawasan ojek online dan ojek pangkalan yang berkerumun lebih dari 5 orang
    PSBB MT II: 0 pelanggaran
    PPKM: 49 pelanggaran.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.