Rumah Sakit di Ambang Kolaps, DPRD Desak DKI Percepat Tambah Ruang Isolasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria meminta Pemprov DKI mempercepat penambahan unit perawatan intensif pasien Covid-19 karena rumah sakit nyaris kolaps. Pemprov DKI Jakarta pun disarankan untuk terus menambah RS rujukan Covid-19.

    "Kami meminta DKI cepat mengantisipasi lonjakan pasien. Karena angkanya sudah sangat mengkhawatirkan," kata ketua komisi yang membidangi kesehatan itu saat dihubungi, Senin, 18 Januari 2021.

    Jika kondisi sudah sangat mendesak, Iman menyarankan Pemprov DKI Jakarta menambah hotel untuk tempat isolasi pasien Covid-19. Menurut dia, saat ini banyak hotel bintang dua dan tiga yang sepi karena pandemi.

    "Kami melihat rumah sakit kita sudah diambang kolaps. Sebab sudah di ambang batas dengan keterisian lebih dari 85 persen. Jadi perlu antisipasi dengan penambahan tempat isolasi," ujarnya.

    Baca juga: Rumah Sakit Kabupaten Bogor Penuh Pasien Covid-19, Ketua DPRD: Optimalkan Puskesmas

    Jika Pemprov DKI Jakarta terlambat menambah bangsal isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan Covid-19, Iman khawatir angka kematian berpotensi meningkat. Sebabnya bakal semakin banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan, tapi tidak tertangani. "Kami tidak ingin situasi di luar kontrol ini terjadi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.