Hari Ini Ditemukan Kasus Covid-19 Sebanyak 2.391 Orang di DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan pada hari ini, Senin, 18 Januari 2021, terdapat penambahan 2.361 kasus Covid-19 baru.

    Dwi menjelaskan jumlah itu didapat dari hasil tes Polymerase Chain Reaction atau PCR terhadap 10.012 orang untuk mendiagnosis kasus baru. “Dengan hasil 2.361 orang positif dan 7.651 orang negatif,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya.

    Dengan begitu, saat ini tercatat ada 21.200 kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota, di mana para penderitanya tengah menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Menurut Dwi, secara akumulasi telah ditemukan 229.726 kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

    Baca juga : Komisi E DPRD DKI Sebut Sulit Terapkan Lockdown di Jakarta, Sebab... 

    Dari jumlah itu, sebanyak 204.711 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 89,1 persen sementara sisanya, 3.815 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen. “Tingkat kematian Indonesia sebesar 2,9 persen,” tutur Dwi.

    Selama sepekan terakhir Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat persentase kasus Covid-19 atau positivity rate di Ibu Kota sebesar 17,9 persen, sementara secara total 9,6 persen. Angka itu masih berada di atas standar yang ditetapkan oleh WHO, yaitu tak lebih dari 5 persen. Di sisi lain, untuk rata-rata tes PCR per 1 juta penduduk, kata Dwi, Dinkes DKI telah mengetes 225.910 orang. Adapun jumlah yang dites selama sepekan ke belakang sebanyak 108.681 orang.

    ADAM PRIREZA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.