Cegah Banjir Jakarta, DKI Bangun Rumah Pompa hingga Buat Waduk

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta melakukan perbaikan turap PHB Poncol, Jakarta, Kamis 12 November 2020. Perbaikan untuk mengantisipasi banjir kawasan tersebut. TEMPO/Subekti.

    Petugas Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta melakukan perbaikan turap PHB Poncol, Jakarta, Kamis 12 November 2020. Perbaikan untuk mengantisipasi banjir kawasan tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, akan membangun lima rumah pompa baru di kawasan rawan banjir tahun ini. Rencananya, rumah pompa ini didirikan di kawasan Pulomas, Jakarta Timur; Kelapa Gading, Jakarta Utara; Jati Pinggir, Jakarta Pusat; serta Green Garden dan Kamal, Jakarta Barat.

    "Tentunya dengan membuat polder atau rumah-rumah pompa baru diharapkan kawasan itu bisa kami antisipasi dari banjir ataupun genangan," kata dia saat dihubungi, Selasa, 19 Januari 2021.

    Untuk mencegah banjir, Dinas Sumber Daya Air juga berencana membuat waduk di lima lokasi. Empat dari lima waduk itu antara lain Waduk Brigif dan Waduk Lebak Bulus di Jakarta Selatan serta Waduk Pondok Ranggon dan Waduk Kampung Rambutan di Jakarta Timur.

    Menurut Juaini, waduk diperuntukkan mencegah banjir memasuki kawasan hunian penduduk. Dinas SDA, jelas dia, bakal membuat sodetan di sungai agar luapan air mengalir ke waduk. Dengan begitu, dia melanjutkan, debit air sungai yang berpotensi membanjiri hunian penduduk akan berkurang.

    "Sehingga kami harapkan genangan atau banjir di permukiman bisa hilang," ujar dia.

    Sebelumnya, Dinas SDA mengevaluasi penyebab banjir yang melanda Jakarta di awal 2020. Dari hasil evaluasi, dinas memperbaiki pompa dan saluran air yang tak bekerja baik, serta menambah rumah pompa.

    Dinas SDA juga menetapkan program antisipasi banjir bernama Gerebek Lumpur. Gerebek Lumpur merupakan proses pengerukan di kali-kali hingga waduk.

    Peneliti klimatologi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Erma Yulihastin, melaporkan Jakarta akan mengalami pembentukan dan peningkatan hujan tiga kali pada 18-20 Januari 2021. Pemerintah dan masyarakat diminta mewaspadai potensi peningkatan hujan ini karena dapat menimbulkan banjir.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.