Anies Baswedan: Kapasitas Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di DKI Sisa 13 Persen

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto/ANTARA

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto/ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa rumah sakit rujukan Covid-19 di ibu Kota sudah hampir penuh. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu membeberkan bahwa kapasitas bangsal isolasi dan unit perawatan intensif atau ICU telah terisi 87 persen.

    "Kapasitas tersisa 13 persen lagi untuk menampung pasien COVID-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta." Anies menulis di akun instagramnya @aniesbaswedan pada Selasa malam, 19 Januari 2021.

    Baca: Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU Covid-19 di Jakarta Sudah 87 Persen

    Anies menuturkan angka penggunaan tempat tidur di rumah sakit rujukan telah mencapai 87 persen karena melayani warga lintas provinsi. Bila hanya memperhitungkan warga dalam satu provinsi yaitu warga DKI Jakarta maka angkanya sebesar 63 persen.

    Sedangkan, 24 persen tempat tidur rumah sakit rujukan di DKI diisi oleh warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Jumlah tempat tidur ICU dan isolasi di DKI sebanyak 8.890 tempat tidur.

    "Kita perlu bergandeng tangan untuk bersama menangani pandemi ini.” Seluruh warga Jabodetabek harus bersama-sama meningkatkan disiplin, ingatkan sesama, saling menjaga, bersama kita putuskan rantai penularan Covid-19.

    Anies Baswedan meminta warganya menjalankan 3M: Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak. Dan batasi aktivitas keluar rumah, kecuali untuk keperluan yang amat penting.

    Anies membandingkan tempat tidur di rumah sakit rujukan di DKI dengan provinsi lainnya, yakni Provinsi Banten yang mencapai 79 persen, DIY 78 persen, Jawa Barat 73 persen dan Jawa Timur 69 persen.

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.