Pemerintah DKI Makamkan 12.638 Jenazah dengan Protokol Covid-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilusrasi pemakaman jenazah dengan protokol pasiesn virus corona di Brasil. REUTERS/Amanda Perobelli

    Ilusrasi pemakaman jenazah dengan protokol pasiesn virus corona di Brasil. REUTERS/Amanda Perobelli

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta telah memakamkan 12.638 jenazah dengan protokol penanganan Covid-19 hingga Selasa, 19 Januari 2021. Dari jumlah itu jenazah yang telah terkonfirmasi positif sebanyak 3.836 orang.

    Jenazah lain yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 adalah pasien berstatus suspek sebanyak 2.311 orang. “Probable 5.333 orang dan discarded satu orang.” Demikian dilaporkan situs corona.jakarta.go.id pada Rabu, 20 Januari 2021.

    Baca: Tiga Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Dilaporkan Meninggal Hari Ini

    Pasien berstatus suspek adalah orang yang dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

    Pasien suspek Corona juga dikenali punya gejala ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.

    Gejala ISPA-nya berat/pneumonia berat, sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

    Probable merupakan kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

    Akan halnya discarded adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan status suspek, tetapi hasil pemeriksaan Covid-19 melalui PCR menunjukkan hasil negatif dan telah dilakukan sebanyak dua kali secara berturut-turut dengan jeda waktu dua hari.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.