Viral Sinyal SOS di Google Maps Pulau Laki, Polisi Prediksi Oknum Iseng

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video temuan puing-puing di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di perairan dekat Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pada pencarian hari kedua, sebanyak delapan kantong jenazah dan puluhan puing pesawat berhasil ditemukan. Instagram/Tni_angkatan_laut

    Cuplikan video temuan puing-puing di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di perairan dekat Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pada pencarian hari kedua, sebanyak delapan kantong jenazah dan puluhan puing pesawat berhasil ditemukan. Instagram/Tni_angkatan_laut

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolsek Kepulauan Seribu Ajun Komisaris Besar Eko Wahyu menduga sinyal SOS di Google Maps Pulau Laki adalah keisengan oknum tak bertanggung jawab. Polisi sudah pernah memeriksa Pulau Laki sejak pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan tak jauh dari pulau tersebut.

    "Kemungkinan begitu. Makanya kami mau koordinasi sama Google dulu," ujar Eko saat dihubungi Tempo, Rabu, 20 Januari 2021.

    Eko mengatakan polisi dan tim Basarnas bahkan pernah bersandar di pulau tersebut karena kondisi laut yang sedang badai. Selama bersandar, tim sekaligus mencari korban Sriwijaya Air SJ182 yang mungkin tersapu ke pantai tersebut.

    Selama proses penyisiran pulau di Kepulauan Seribu itu, Eko mengatakan tim SAR tak menemukan apapun. "Kan kalau memang ada sesuatu di sana, sudah kami umumkan," ujar Eko.

    Sebelumnya viral di media sosial dengan munculnya tanda SOS pada aplikasi Google Maps yang berada di Pulau Laki. Pulau tersebut berada tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

    Tanda SOS tersebut muncul dengan lambang garden/taman. Namun, tanda SOS tersebut tidak memuat informasi spesifik atau mengarahkan ke suatu hal tertentu.

    Baca juga: Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Masa Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ182

    Warganet yang heboh dengan temuan itu kemudian membanjiri kolom komentar di akun Instagram dan Twitter milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Mereka meminta tim SAR mengecek titik sinyal SOS yang diduga terkait Sriwijaya Air tersebut. Namun pada Rabu siang, tanda SOS itu sudah hilang dari Google Maps Pulau Laki. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.