Kata Warga Soal Program Listyo Sigit Hapus Sanksi Jalanan Jadi Tilang Elektronik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamera pengawas atau 'closed circuit television' (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau 'electronic traffic law enforcement' (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Kamera pengawas atau 'closed circuit television' (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau 'electronic traffic law enforcement' (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Program calon Kapolri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menghapus tilang di jalan dan menggantinya dengan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement atau e-TLE mendapat tanggapan beragam dari masyarakat Jakarta. Mereka menganggap program Listyo merupakan terobosan yang diperlukan agar Indonesia dapat bersaing dengan negara maju dalam penerapan hukum. 

    "Kalau e-TLE artinya kan sudah pakai sistem, jadi mau pejabat atau masyarakat biasa semua bisa rata kena tilang," ujar Erry Syarif, warga Senen, Jakarta Pusat yang Tempo temui pada Kamis, 21 Januari 2021.

    Baca: Calon Kapolri Listyo Sigit Akan Kembangkan Tilang Elektronik

    Mahdiah, warga Cempaka Putih yang sering bepergian menggunakan sepeda motor berharap program penghapusan tilang di jalan dapat tersosialisasi dengan baik ke masyarakat serta ke anggota polisi. Sehingga, tak ada lagi oknum nakal yang tetap melakukan tilang konvensional dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. 

    "Karena biasanya atasan udah kasih perintah A, sampai ke bawahnya tetap jadi B, terus masyarakatnya iya-iya aja," ujar Mahdiah.

    Banyak mendapat dukungan, ada pula masyarakat yang mengkritik penerapan e-TLE karena dapat memunculkan masalah baru. Hal itu seperti penggunaan plat palsu yang digunakan untuk menghindari tilang elektronik. 

    "Kemarin yang (kasus plat palsu) viral aja belum ketangkap. Bisa tambah lagi nanti kalau persiapannya belum matang," kata Khalid. 

    Rencana penghapusan tilang di jalan itu disampaikan Listyo Sigit Prabowo saat fit and proper test di Gedung DPR RI pada Rabu lalu, 20 Januari 2021. Ia mengatakan penerapan penilangan berbasis elektronik itu diharapkan dapat mencegah penyimpangan. 

    Menurut Listyo, tilang elektronik akan mengurangi interaksi polisi dan masyarakat dalam proses penilangan. Ke depan, polisih lalu lintas hanya bertugas mengatur lalu lintas.

    "Ini kami harapkan menjadi ikon perubahan perilaku Polri khususnya di sektor pelayanan,” kata Listyo Sigit.

    Hingga September 2020, jumlah kamera tilang elektronik di Jakarta sudah berjumlah 57 kamera yang tersebar di berbagai jalan protokol. Rencananya polisi menargetkan ada 105 kamera e-TLE yang terpasang pada 2020. Tapi rencana itu tertunda karena pandemi Covid-19 dan PSBB. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.