Polsek Duren Sawit Tangkap Pelaku Eksibisionis ke Istri Isa Bajaj

Ilustrasi penis. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku eksibisionis atau pamer alat kelamin terhadap RM, istri komedian Isa Bajaj, berhasil ditangkap polisi. Pelaku ditahan di Polsek Duren Sawit untuk diperiksa lebih lanjut. 

"Iya benar, sudah ditangkap," ujar Kapolsek Duren Sawit Komisaris Rensa Sastika Aktadivia saat dihubungi, Kamis, 21 Januari 2021.

Rensa mengatakan pihaknya masih memeriksa intensif pria tersebut. Salah satu yang ditanyakan mengenai motif pelaku memamerkan kelaminnya itu. 

Pelaku eksibisionis atau tindakan memperlihatkan alat kelamin kepada orang asing itu ditangkap setelah dilaporkan istri Isa Bajaj ke polisi.

Istri Isa menjadi korban pelecehan seksual itu pada Ahad lalu sekitar pukul 06.30. Pada saat itu, RM sedang berolahraga dengan berjalan kaki di Jalan Amartha, Komplek Abadi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Pelaku yang mengendarai sepeda motor membuntuti dari belakang dan seketika berhenti di samping korban. "Tahu-tahu dia sudah ngeluarin alat kelaminnya," kata Isa.






Yosua Difitnah sebagai Pemerkosa, Keluarga Berharap Ferdy Sambo Divonis Minimal Penjara Seumur Hidup

1 hari lalu

Yosua Difitnah sebagai Pemerkosa, Keluarga Berharap Ferdy Sambo Divonis Minimal Penjara Seumur Hidup

Keluarga Yosua berharap majelis hakim bisa menjatuhkan putusan seadilnya-adilnya saat vonis terdakwa Ferdy Sambo pada 13 Februari 2023.


Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

2 hari lalu

Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

Menurut jaksa keterangan ahli psikologi forensik dalam kasus Putri Candrawathi tidak relevan dijadikan alat bukti.


Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

2 hari lalu

Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

Jaksa menuding Putri Candrawathi malah tidak berkata jujur dan ketidakjujuran ini didukung oleh tim kuasa hukumnya.


Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

2 hari lalu

Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

Dani Alves saat ini mendekam di penjara Brians 2 di Barcelona karena kasus pelecehan seksual sejak 20 Januari lalu.


Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

2 hari lalu

Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

Tim kuasa hukum Dani Alves berencana mengajukan banding terhadap perintah penahanan sementara tanpa jaminan terhadap kliennya, Senin, 30 Januari 2023.


Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

4 hari lalu

Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

Warga Jakarta, khusunya yang perempuan khawatir terjadi pelecehan seksual di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Skywalk Kebayoran Lama


Kebakaran Toko Agen Elpiji di Duren Sawit Jumat Pagi, Kerugian Ditaksir Hingga Rp 1 Miliar

5 hari lalu

Kebakaran Toko Agen Elpiji di Duren Sawit Jumat Pagi, Kerugian Ditaksir Hingga Rp 1 Miliar

Kebakaran melalap toko agen elpiji dan distributor briket batubara di Pondok Kelapa, Duren Sawit Jumat tadi pagi.


Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Ini 5 Bukti yang Dapat Memberatkan Dani Alves

6 hari lalu

Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Ini 5 Bukti yang Dapat Memberatkan Dani Alves

Pelapor mengidentifikasi Dani Alves dari tato bulan sabit di perutnya.


Putri Candrawathi Siap Pertanggungjawabkan Kesaksiannya kepada Tuhan

7 hari lalu

Putri Candrawathi Siap Pertanggungjawabkan Kesaksiannya kepada Tuhan

Apapun yang dilakukan, kata Putri Candrawathi, menjadi salah di mata mereka. Dia pun siap mempertanggungjawabkan kesaksiannya kepada Tuhan.


Pengacara Putri Candrawathi Sebut Hasil Poligraf Tidak Valid dan Cacat Hukum

7 hari lalu

Pengacara Putri Candrawathi Sebut Hasil Poligraf Tidak Valid dan Cacat Hukum

Pengacara Putri Candrawathi menyimpulkan hasil Poligraf kurang valid dan cacat hukum pada sidang pledoi di PN Jaksel