Ini Sebab Kali Ciliwung Aman Saat Puncak Banjir Bandang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keadaan Bendung Katulampa pukul 07:00, Selasa 22 September 2020. Sumber: Istimewa

    Keadaan Bendung Katulampa pukul 07:00, Selasa 22 September 2020. Sumber: Istimewa

    TEMPO.CO, Bogor - Kepala Sub Koordinator Bendung Katulampa Bogor Andi Sudirman mengungkap mengapa aliran Kali Ciliwung ke Jakarta tetap normal meski Gunung Mas Puncak banjir bandang. Tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa terpantau aman di level siaga IV saat hujan deras menyebabkan banjir bandang di Puncak pada Selasa lalu.

    Andi mengatakan Jakarta aman dari banjir kiriman sebab saat itu hujan hanya terjadi di kawasan Puncak sebelah selatan dan hujan lokal di Kota Bogor berintensitas kecil.

    "Bukan tidak sampai ke Ciliwung, sampai mah sampai cuma airnya berlumpur dan kotor," kata Andi kepada Tempo, Kamis 21 Januari 2021.

    Andi mengatakan TMA Ciliwung di bendung Katulampa akan tinggi jika hujan di kawasan Puncak atau hulu merata, ditambah dengan hujan lokal di kawasan Bogor, baik kota atau kabupaten.

    Pada saat banjir bandang Cisarua yang mengakibatkan longsor, hanya terjadi luapan di sumber air sungai Cisampay. "Sungai Ciliwung itu kan induk dari 13 sungai yang mengalirinya, kemarin hanya Cisampay jadi gak begitu signifikan ke debit Katulampa," kata Andi.

    Dari ke 13 anak sungai yang mengaliri Ciliwung, yang paling mempengaruhi TMA Bendung Katulampa adalah sungai Ciesek dan Limalang. Dua sungai ini merupakan anak sungai Ciliwung yang bersumber dari kawasan Telaga Warna, Cisarua.

    Baca juga: Banjir Bandang di Puncak, Tinggi Air Bendung Katulampa Kota Bogor Aman

    Menurut Andi, jika dua sungai tersebut meluap maka kemungkinan besar Kali Ciliwung juga akan besar dan sampai ke Jakarta juga besar. "Yang kemarin selain cuma satu sungai meluap, itu tercampur lumpur juga dan mungkin tereduksi di bendung Ciawi," kata Andi.

    M.A MURTADHO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto