Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas Jakarta Pusat Dirusak, Ada Sabotase?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya meninjau Rumah Pompa Jati Pinggir 1, Jakarta Pusat, 25 Februari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya meninjau Rumah Pompa Jati Pinggir 1, Jakarta Pusat, 25 Februari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat menemukan adanya perusakan kabel pengawat meteran listrik rumah pompa Dukuh Atas.

    Kepala Seksi Jalan Jembatan & Kelengkapan Jalan Dinas Bina Marga Jakpus Yudha Catur Suharnanto mengatakan menemukan petugas menemukan kabel itu diputus pada Kamis, 14 Januari 2021 pekan lalu.

    "Saat ditemukan kabel sudah putus seperti ditarik paksa," kata Yudha saat dihubungi, Kamis, 21 Januari 2021. "Kami belum mengetahui tujuannya mau mencuri kabel atau ada unsur lain."

    Yudha menuturkan kerusakan kabel aliran listrik untuk menghidupkan pompa di rumah pompa Dukuh Atas itu sudah diperbaiki. Menurut dia, terputusnya aliran listrik di rumah pompa tersebut bisa berdampak cukup fatal. Sebabnya pompa bisa tidak berfungsi untuk menyedot air saat musim hujan seperti ini.

    Terputusnya aliran listrik itu, kata dia, bisa menyebabkan rumah pompa tidak bisa membuang air ke aliran Banjir Kanal Barat. "Bahkan bisa membuat jalan akses dari Manggarai ke Tanah Abang terputus atau sebaliknya karena luapan air yang tidak bisa dibuang. Imbasnya bisa menimbulkan macet ke mana-mana."

    Menurut dia, saat musim hujan seperti saat ini rumah pompa harus dipastikan bisa beroperasi mengantisipasi banjir Jakarta. Tindakan memutus aliran listrik rumah pompa bisa berdampak vital dan merugikan banyak orang.

    Baca juga : Cegah Banjir Jakarta, DKI Bangun Rumah Pompa hingga Buat Waduk

    "Pimpinan juga bertanya-tanya. Kenapa ada yang memutus kabel listrik rumah pompa saat mau masuk puncak musim hujan," ujarnya. "Bahkan pimpinan saya menduga ada unsur sabotase karena kabel tidak diambil, hanya seperti diputus dengan cara ditarik," ujarnya.

    Saat ini, PLN sudah memperbaiki kabel yang putus dan rumah pompa sudah berfungsi kembali. Yudha mengungkapkan bahwa pada Oktober lalu juga ada orang yang ditangkap masuk rumah pompa dengan membawa pisau.

    Setelah ditangkap orang tersebut langsung diserahkan ke Polsek Tanah Abang untuk diperiksa. Orang yang masuk tersebut, kata dia, dalam pengaruh minuman alkohol. "Masuknya dinihari. Selama ini kami tidak izinkan orang tidak berkepentingan masuk karena rumah pompa itu masuk area steril," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.