Polisi Cek Jumpa Pers Dihadiri Amien Rais Soal Penembakan Laskar FPI, Ada Apa?

Politikus Senior Amien Rais saat menyampaikan sikap dan tuntutan atas perkembangan kehidupan berbangsa di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis, 17 Desember 2020. Acara yang digelar oleh Koalisi Anak Bangsa Untuk Keadilan (KABUK) tersebut menyampaikan sikap dan tuntutan atas perkembangan kehidupan berbangsa dan penyelenggaraan negara yang semakin memprihatinkan. Amien Rais dan sejumlah orang yang hadir meminta Jokowi melakukan rekonstruksi ulang pemerintahan Indonesia dan tidak memberi ruang ke komunisme serta Tidak lagi melakukan politik yang akhirnya itu sesungguhnya memecah atau membelah bangsa kita. Dalam acara tersebut mereka juga meminta pemerintah membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengusut tuntas kasus penembakan laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta -Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Singgih Hermawan mengatakan pihaknya mendatangi konferensi pers oleh Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) terkait tewasnya 6 anggota laskar FPI yang diadakan di Hotel Century, Jakarta Pusat, yang dihadiri Amien Rais pada Kamis siang, 21 Januari 2021.

Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh Amien Rais itu polisi mengecek penerapan protokol kesehatan

"Iya tadi kami cek protokol kesehatannya. Yang hadir sekitar 15 orang," ujar Singgih saat dihubungi, Kamis, 21 Januari 2021. 

Singgih mengatakan konferensi pers yang diadakan oleh TP3 itu tanpa pemberitahuan ke hotel. Hal itu kemudian membuat pihak hotel melapor ke polisi karena khawatir acara itu melanggar aturan protokol kesehatan. 

Baca juga : Dideklarasikan Januari 2021, Begini Kesiapan Partai Ummat Bentukan Amien Rais 

Singgih kemudian menerjunkan timnya ke lokasi untuk mengecek penerapan protokol kesehatan. Namun saat tiba di lokasi sekitar pukul 13.00, jumpa pers itu telah selesai. 

"Tapi Pak Kasat Intel menyampaikan prokesnya sesuai," ujar Singgih. 

Siang tadi Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam anggota laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 menyampaikan sikap soal peristiwa itu. TP3 menilai polisi telah melampaui kewenangannya sehingga menyebabkan enam anggota laskar FPI tewas. 

"TP3 meyakini yang terjadi adalah pembunuhan dan pembantaian yang patut diduga telah direncanakan sebelumnya," kata anggota TP3 Marwan Batubara dalam keterangan tertulis. 

TP3 juga menilai apa pun alasan polisi melakukan penembakan anggota FPI tersebut sudah melampaui batas dan di luar kewenangan. Sebab, mereka menuding polisi telah menggunakan cara-cara kekerasan di luar prosedur hukum dan keadilan atau extrajudicial killing. 

Selain Amien Rais, anggota TP3 itu terdiri dari Abdullah Hehamahua, Busyro Muqoddas, Muhyiddin Junaidi, Marwan Batubara, Firdaus Syam, Abdul Chair Ramadhan, Abdul Muchsin Alatas, Neno Warisman, Edi Mulyadi, Rizal Fadillah, HM Mursalin, Bukhori Muslim, Samsul Badah, Taufik Hidayat, HM Gamari Sutrisno, dan Candra Kurnia.

M JULNIS FIRMANSYAH






Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

3 jam lalu

Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

Mohammed bin Salman punya kekebalan hukum setelah diangkat menjadi perdana menteri Kerajaan Arab Saudi.


DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

20 jam lalu

DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

Orgenes mengatakan kebiadaban KKB di wilayah itu sangat mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat sipil pada umumnya.


Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

2 hari lalu

Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akhirnya ditahan karena pembunuhan Brigadir J. Kak Seto minta negara melindungi anak Putri dan Sambo.


Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

4 hari lalu

Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

Pembunuhan terhadap pekerja jalan transpenghubung Kabupaten Bintuni dan Maybrat itu terjadi pada Kamis kemarin.


Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

5 hari lalu

Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

Bharada E disebut dalam keadaan sehat dan didampingi psikolog serta rohaniwan. Bersiap hadapi sidang kasus pembunuhan Brigadir J.


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

10 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

13 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

13 hari lalu

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.


Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

13 hari lalu

Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

Komisioner Komnas HAM mengatakan diskusi untuk merencanakan pembunuhan itu diduga telah dilakukan beberapa kali oleh pelaku.


Lokasi KM 50 TKP Tewasnya 6 Laskar FPI, Dulu Ada Rest Area di Sana

16 hari lalu

Lokasi KM 50 TKP Tewasnya 6 Laskar FPI, Dulu Ada Rest Area di Sana

Lokasi penembakan 6 laskar FPI terjadi di KM 50. TKP ini masih menyisakan pertanyaan, karena rest area di sana pun ditutup.