Cerita Kadin Operasi Pasar Malam Hari Cegah Mogok Lanjutan Pedagang Daging Sapi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang daging sapi berjualan di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (17/5). Pemprov DKI Jakarta menganggarkan dana sebesar Rp 6 miliar untuk merehab pasar ini. TEMPO/Subekti

    Pedagang daging sapi berjualan di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (17/5). Pemprov DKI Jakarta menganggarkan dana sebesar Rp 6 miliar untuk merehab pasar ini. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -Kamar Dagang dan Industri atau Kadin DKI Jakarta menggelar operasi pasar pada Kamis malam, dalam rangka mencegah aksi mogok kerja lanjutan dari para pedagang daging sapi di wilayah Ibu Kota.

    "Bagi pedagang yang sudah siap akan dipasok nanti malam, sementara bagi pedagang yang belum siap operasional akan dipasok di hari berikutnya," kata Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, di Jakarta, Kamis malam, 21 Januari 2021.

    Pernyataan itu disampaikan Dewi saat menggelar konsolidasi dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) serta sejumlah perwakilan pedagang daging di Jakarta bertempat di Kompleks Perkantoran Majapahit Permai Blok B 21-23, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

    Agenda dengar pendapat itu dilaksanakan dalam rangka merespon aksi mogok kerja sejumlah pedagang daging sapi sejak Rabu (20/1) di beberapa wilayah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) akibat naiknya harga komoditas daging.

    Aksi sejumlah pedagang daging sapi, kata Diana Dewi, bukan karena kelangkaan daging di pasaran, melainkan pengaruh kenaikan harga di tingkat eksportir imbas pandemi Covid-19 yang terus berlanjut semenjak Maret 2020.

    "Kenaikan harga daging sapi di masa pandemi jelas membuat kaget sejumlah pedagang mengingat Jakarta sangat bergantung pasokan dari pihak luar. Untuk menahan laju kenaikan harga daging sapi, APDI juga berharap pemerintah memfasilitasi kandang yang gratis di DKI Jakarta khususnya di PD Darma Jaya," katanya.

    Ketua DPP dan Harian APDI, Asnawi, mengatakan berharap tidak terjadi kenaikan harga daging sapi di pasaran dalam dua bulan ke depan.

    "Dengan digelarnya pertemuan pada hari ini, kami juga berharap karkas (bagian tubuh hasil pemotongan) tetap stabil berada di kisaran 94-95 ribu/kilogram. Nanti malam kami siap melakukan pemotongan dan kembali berdagang serta cukup melakukan mogok berjualan tidak lebih dari dua hari," ujar Asnawi.

    Baca juga : Begini Para Tukang Bakso Tangerang Selatan Libur Jualan Imbas Daging Sapi Langka

    Ketua umum APDI M Nurdin meminta PD Dharma Jaya menggratiskan biaya penyimpanan daging sapi dari seluruh peternakan di Jakarta untuk mengantisipasi laju kenaikan harga.

    "Para peternak APDI yang tersebar di Cilacap, Blora, Madiun serta Bojonegoro, untuk menekan kenaikan harga daging sapi di Jabodetabek yang disebabkan oleh biaya transportasi. Ada baiknya pemerintah juga membantu dalam bidang pengangkutan," kata Nurdin.

    Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Senen, Sutisnawijaya, sepakat untuk kembali berjualan mulai Kamis malam. "Awalnya kami akan mogok selama tiga hari, namun dengan pertemuan ini, kami sepakat untuk berjualan kembali nanti malam. Pemerintah harus bisa bertanggung jawab untuk menjaga kestabilan harga hingga dua bulan ke depan," katanya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.