Banyak Tenaga Kesehatan Belum Terdata, Vaksin Covid-19 Kabupaten Bogor Ditambah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Cibinong - Kabupaten Bogor akan mendapat tambahan vaksin Covid-19 menjadi 13.000 dosis, setelah banyak tenaga kesehatan yang belum masuk data penerima vaksinasi. Kabar penambahan vaksin ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Penyakit pada Dinkes Kabupaten Bogor Dedi Syarif. 

    Sebelumnya, Kabupaten Bogor hanya menerima 10.185 dosis vaksin. "Kita tinggal tunggu informasi dari provinsi," kata Dedi Syarif di Cibinong, Kamis 21 Januari 2021.

    13.000 dosis vaksin tersebut akan didistribusikan ke Kabupaten Bogor dalam dua tahap. "Setiap tahap pendistribusiannya kami akan menerima sekitar 6.300 vaksin," kata Dedi.

    Tambahan dosis vaksin tersebut diberikan karena masih banyak tenaga kesehatan (nakes) yang belum masuk dalam data penerima program vaksinasi Covid-19.

    Para tenaga kesehatan merupakan prioritas utama yang seharusnya divaksin pada tahap pertama. Namun, jadwal pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bogor mundur dari semula yang direncanakan berlangsung pada Januari 2021.

    Dedi mengatakan, akibat keterlambatan itu Kabupaten Bogor baru menjalankan program vaksinasi Covid-19 paling lambat pada pekan pertama Februari 2021.

    Baca juga: Epidemiolog Sarankan Vaksin Covid-19 Diprioritaskan untuk Lansia

    Pendistribusian vaksin Covid-19 masuk ke tingkat Provinsi Jawa Barat pada 22 Januari mendatang untuk 20 kota/kabupaten. Baru ada tujuh daerah yang sudah memulai program vaksinasi, yaitu Kota Bandung, Bekasi, Kota Bogor, Depok, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.