Main di Pantai, Bocah Temukan Tempurung Kepala Diduga Korban Sriwijaya Air SJ182

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito melihat serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. Perpanjangan tersebut dilakukan untuk kedua kalinya setelah sebelumnya diperpanjang selama tiga hari dengan total pencarian pada hari ini sudah memasuki hari ke-10. TEMPOHilman Fathurtahman W

    Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito melihat serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. Perpanjangan tersebut dilakukan untuk kedua kalinya setelah sebelumnya diperpanjang selama tiga hari dengan total pencarian pada hari ini sudah memasuki hari ke-10. TEMPOHilman Fathurtahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang bocah tak sengaja menemukan bagian tubuh diduga korban Sriwijaya Air SJ182 di Pantai Kis, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Bocah itu menemukan potongan tubuh berupa tempurung kepala saat sedang bermain di pantai bersama pamannya.

    "Penemuan tempurung kepala, lokasinya di pantai Kis, ditemukan anak kecil pukul 14.00. Dikiranya mainan," ujar Kapolsek Pakuhaji Ajun Komisaris Dodi Abdul Rohim saat dihubungi, Jumat, 22 Januari 2021.

    Dodi mengatakan, potongan tempurung kepala itu sudah tak berbentuk utuh. Sehingga sulit dikenali sebagai bagian tubuh manusia. Adapun orang yang menyadari benda tersebut merupakan bagian tubuh manusia adalah paman bocah tersebut. "Jadi masih ada rambutnya, masih segar, masih hitam, rambut perempuan," kata Dodi.

    Baca juga: Sriwijaya Air Jatuh, Begini Kesaksian Warga Pulau Lancang

    Paman bocah tadi kemudian melaporkan penemuan itu ke kepolisian setempat. Oleh polisi, tempurung kepala itu kemudian diserahkan ke Basarnas. Dodi menduga kuat tempurung kepala itu merupakan bagian tubuh korban Sriwijaya Air SJ182, sebab lokasi pantai di Tangerang itu hanya berjarak 5 mil dari Pulau Lancang.

    Pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu sore sekitar pukul 14.40 WIB. Setelah ditelusuri, pesawat ternyata jatuh di kawasan Kepulauan Seribu pada koordinat 05°57’47.81’’ S – 106°34’10.76’’ E.

    Pasawat Sriwijaya Air SJ182 yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto