Cerita Warga Gunung Mas Puncak, Pengumuman Banjir Lewat Toa Masjid

Warga melihat kondisi jalan pasca banjir bandang yang melanda Kampung Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 19 Januari 2021. Dalam sejumlah video yang beredar luas, nampak banjir bandang membawa material air bercampur lumpur dan ranting pohon mengalir deras di kawasan agrowisata itu. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

TEMPO.CO, Jakarta - Banjir bandang yang menerjang kawasan Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor masih tak bisa dilupakan oleh Adang Syarifudin, 56 tahun.

Adang yang tinggal di kawasan permukiman karyawan PTPN di Gunung Mas bersyukur bisa lolos dari maut saat bandang menerjang.

Adang mengisahkan air yang datang ke permukiman mereka bukan dalam satu kali terjangan saja, melainkan tiga kali.

"Pertama jam 9-an kecil, kedua sama kecil. Nah pas jam 12, terdengar gemuruh dari atas," kata Adang kepada Tempo, Kamis 21 Januari 2021.

Adang mengatakan banjir bandang disertai lumpur dan batang pepohonan besar itu berasal dari hulu sungai Cisampay. Ia mengatakan, satu bulan lalu menurut dia memang ada longsor yang terjadi di titik lokasi air terjun yang berjarak dua kilo meter dari rumahnya. Adang menyebut, saat kejadian longsor di kawasan perumahan karyawan PTPN itu, penduduknya sebagian sudah berada di kebun untuk bekerja.
"Kami waktu itu mendengar adanya banjir dan longsor dari pengumuman toa masjid," kata Adang.

Baca juga: Pakar IPB Sebut Penyimpangan Tata Ruang Akibatkan Banjir di Gunung Mas Puncak

Saat mendengar pengumuman adanya banjir dari pengeras suara masjid itu, Adang mengaku dirinya bergegas ke rumahnya. Adang mengatakan, pertama kali yang terlintas dalam pikirannya saat banjir datang dengan suara gemuruhnya itu adalah cucunya yang baru berusia 11 hari. Sebab, menurut Adang, letak rumahnya berada di bantaran sungai. "Rumah saya kalau dari depan itu paling ujung, belakangnya sungai yang jadi pemisah perkampungan dan bukit. Saya hanya mikirin cucu yang baru lahir," kata Adang.

Warga lainnya Odek, 59 tahun, mengatakan saat air datang yang ketiga kalinya bukan hanya suara gemuruh saja tapi reruntuhan pohon terdengar sangat jelas. Odek mengatakan air yang datang tidak lagi berwarna coklat muda, tapi kehitam-hitaman.
"Bukan hanya pohon-pohon kecil, pohon besar juga ikut tumbang dan keseret sama banjir. Selama puluhan tahun saya tinggal di sini, ini bencana terbesar yang pernah ada," ujar dia.

Banjir bandang yang terjadi di Gunung Mas, Puncak, Bogor ini ditengarai karena rusaknya tata ruang di kawasan itu. Pakar lingkungan IPB University Dr Omo Rusdiana, mengatakan penyebabnya antara lain adalah kualitas tutupan lahan akibat penggundulan hutan atau deforestasi, lahan kritis atau tidak produktif, kondisi sungai, dan penyimpangan penggunaan tata ruang kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.






Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Bogor dan Bekasi Waspada Hujan Petir dan Angin kencang

1 hari lalu

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Bogor dan Bekasi Waspada Hujan Petir dan Angin kencang

Prakiraan cuaca BMKG menyebutkan bahwa Jabodetabek hari ini akan diguyur hujan seharian. Waspada hujan petir dan angin kencang.


Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

2 hari lalu

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

Pemilik toko online mengiming-imingi korban akan mendapat komisi 10 persen dari transaksi. Kini anak-anak itu dikejar penagih utang.


Proyek Mobil Listrik Pemkot Bogor Senilai Rp 1,8 Miliar Tahun Ini

3 hari lalu

Proyek Mobil Listrik Pemkot Bogor Senilai Rp 1,8 Miliar Tahun Ini

Anggaran Rp 1,8 miliar tersebut untuk membeli dua mobil listrik untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor dan lima sepeda motor listrik.


Pejabat Desa Ungkap Keseharian Ayah Sejuta Anak: Marketing Perumahan

4 hari lalu

Pejabat Desa Ungkap Keseharian Ayah Sejuta Anak: Marketing Perumahan

Polisi menangkap Suhendra, pemilik Yayasan Ayah Sejuta Anak, atas dugaan tindak pidana perdagangan orang


Praktek Perdagangan Anak di Balik Modus Adopsi Yayasan Ayah Sejuta Anak

4 hari lalu

Praktek Perdagangan Anak di Balik Modus Adopsi Yayasan Ayah Sejuta Anak

Seorang pria melakukan perdagangan anak dengan modus adopsi. Lewat Yayasan Ayah Sejuta Anak mengumpulkan para ibu hamil.


15 Rekomendasi Tempat Ngopi di Bogor Kekinian, Seru buat Kongko

7 hari lalu

15 Rekomendasi Tempat Ngopi di Bogor Kekinian, Seru buat Kongko

berikut tempat ngopi di Bogor dengan konsep alam yang instagramable murah seru dan enak jadi tempat nongkrong


25 Rekomendasi Wisata di Bogor yang Hits Serta Harga Tiket Masuknya

9 hari lalu

25 Rekomendasi Wisata di Bogor yang Hits Serta Harga Tiket Masuknya

Rekomendasi tempat wisata di Bogor yang sejuk dan cocok untuk foto-foto bersama keluarga dan teman saat akhir pekan.


Jembatan di Babakan Madang Bogor Ambruk Karena Pergerakan Tanah, Ribuan Warga Desa Terisolir

10 hari lalu

Jembatan di Babakan Madang Bogor Ambruk Karena Pergerakan Tanah, Ribuan Warga Desa Terisolir

Pemerintah desa telah memberitahu Dinas PUPR tentang potensi ambruknya jembatan di Kampung Cicadas Babakan Madang. Karena pergerakan tanah.


PSI Kritik Pengadaan Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar oleh Pemkot Kota Bekasi

11 hari lalu

PSI Kritik Pengadaan Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar oleh Pemkot Kota Bekasi

PSI Bekasi bandingkan anggaran pengadaan karangan bunga Kota Bekasi yang lebih besar daripada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor.


5 Fakta Menarik Tentang Gunung Kencana di Bogor

12 hari lalu

5 Fakta Menarik Tentang Gunung Kencana di Bogor

Gunung Kencana memang belum begitu familier, namun gunung di Bogor ini sebenarnya mempunya segudang fakta menarik di dalamnya.