Pandemi Covid-19 Picu Krisis Multi Aspek, Anies Baswedan: Bakal Ada Babak Baru

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto/ANTARA

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto/ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pandemi Covid-19 telah menimbulkan krisis di pelbagai aspek, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga masalah di tingkat keluarga. Dia memaknai krisis ini merupakan percepatan perubahan.

    "Jadi ketika ada krisis kesehatan dan ekonomi di masyarakat ini kita merasakan perubahan yang dipercepat," kata dia dalam sambutannya di program kuliah umum Gerakan Kebangkitan Betawi atau Gerbang Betawi yang dihelat virtual, Jumat, 22 Januari 2021.

    Anies menyebut, dampak dari perubahan ini akan dirasakan di masa mendatang. Menurut dia, bakal ada babak baru dalam kehidupan dunia setelah pandemi Covid-19.

    Karena itulah, Anies menekankan, masyarakat perlu belajar membaca tren perubahan. Seperti apa prospek, peluang, dan solusi dalam aspek ekonomi tidak bisa dibaca dengan mengacu pada fenomena lama.

    "Kita akan menghadapi lanskap yang beda sekali. Seperti apa lanskapnya, kita belum tau," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

    Baca juga : Fraksi PDIP Kritik Anies Baswedan Serahkan Koordinasi PPKM ke Pusat, Kenapa?

    Anies mengutarakan dibutuhkan kemauan dan kemampuan untuk melihat yang sedang terjadi di seluruh dunia adalah perubahan masif.

    Perubahan itu tampak dari ambruknya beberapa sektor usaha, seperti pariwisata dan transportasi. Di sisi lain, tutur Anies Baswedan, ada juga sektor yang tumbuh, misalnya kesehatan. Pandemi Covid-19 di Indonesia dimulai sejak Maret 2020 setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua pasien pertama yang terinfeksi virus corona. Hingga kini, pandemi masih melanda, bahkan jumlah pasien Covid-19 terus melonjak.

    LANI DIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.