Ada Kebakaran di Rute Tanah Abang - Duri, KAI Rekayasa Perjalanan KRL

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menunggu kereta Commuterline di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021. Mulai Senin kemarin, PT Kereta Commuter Indonesia atau PT KAI Commuter melakukan pembatasan jam operasional KRL menjadi pukul 04.00-22.00. TEMPO/Subekti.

    Penumpang menunggu kereta Commuterline di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021. Mulai Senin kemarin, PT Kereta Commuter Indonesia atau PT KAI Commuter melakukan pembatasan jam operasional KRL menjadi pukul 04.00-22.00. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran yang terjadi di permukiman padat Tanah Abang menyebabkan jalur kereta rel listrik atau KRL Tanah Abang-Duri tak bisa dilalui.

    PT KAI Commuter akhirnya membuat rekayasa operasi KRL. “KAI Commuter meminta maaf atas terjadinya kendala perjalanan KRL di lintas Tanah Abang - Duri,” kata Manager External Relations KAI Commuter Adli Hakim dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021.

    Untuk mengantisipasi kendala operasional perjalanan KRL di lintas tersebut, KAI Commuter memberlakukan pola rekayasa operasi perjalanan KRL sebagai berikut :

    KA 1753/1754 relasi Jatinegara-Bogor, khusus perjalanan Kampung Bandan-Bogor melewati lintas layang Jakarta Kota-Cikini untuk selanjutnya menuju Bogor.

    Baca juga: Kebakaran di Gambir Hanguskan 16 Bangunan Kios dan Rumah

    KA 2201 relasi Maja-Tanah Abang perjalanan hanya sampai Palmerah untuk selanjutnya kembali menuju Parung Panjang.

    KA 1547 relasi Nambo-Angke perjalanan hanya sampai Manggarai untuk selanjutnya kembali menuju Nambo.

    KA 1763/1764 dan KA 1767/1768 relasi Bogor-Jatinegara tidak melewati Tanah Abang, dijalankan via Manggarai selanjutnya menuju Jatinegara.

    KA 1757/1758 relasi Jatinegara-Bogor tidak melewati Tanah Abang, dijalankan via Manggarai selanjutnya menuju Bogor.

    KA 2009 relasi Maja-Tanah Abang perjalanan hanya sampai Palmerah untuk selanjutnya kembali menuju Parung Panjang.

    "Para pengguna jasa KRL Commuter Line juga diimbau untuk selalu mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan serta tetap untuk menjaga jarak aman di KRL maupun di area stasiun dengan tetap utamakan protokol kesehatan," kata Adli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.