Riza Patria Soal Dugaan Sabotase Rumah Pompa Dukuh Atas: Pompa Tetap Berfungsi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat paripurna di DPRD DKI, 14 Desember 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat paripurna di DPRD DKI, 14 Desember 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan kasus pemotongan kabel di rumah pompa Dukuh Atas, Jakarta Pusat, tak berdampak pada upaya Pemprov mengantisipasi banjir.

    Riza mengatakan pompa yang ada di sana tetap berfungsi. “Alhamdulillah sekalipun ada kabel yang dipotong, tidak menghentikan. Pompa yang ada tetap berfungsi,” ucap dia di Balai Kota DKI pada Jumat, 22 Januari 2021.

    Menurut Wagub DKI Riza, Pemprov DKI menyerahkan seluruhnya penyelidikan kasus tersebut kepada polisi. Menurut dia, polisi tengah mencari tahu apa motif dari pemotongan kabel di rumah pompa tersebut.

    Dugaan sabotase rumah pompa air Dukuh Atas disampaikan Kepala Seksi Jalan Jembatan & Kelengkapan Jalan Dinas Bina Marga Jakpus Yudha Catur Suharnanto. Petugas menemukan kabel diputus pada Kamis, 14 Januari 2021.

    "Saat ditemukan kabel sudah putus seperti ditarik paksa," kata Yudha saat dihubungi, Kamis, 21 Januari 2021. "Kami belum mengetahui tujuannya mau mencuri kabel atau ada unsur lain."

    Pada saat ini, kerusakan kabel listrik untuk menghidupkan pompa di rumah pompa Dukuh Atas itu sudah diperbaiki. Terputusnya aliran listrik di rumah pompa tersebut bisa berdampak cukup fatal. Sebabnya pompa bisa tidak berfungsi untuk menyedot air saat musim hujan seperti ini.

    Baca juga : Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas Jakarta Pusat Dirusak, Ada Sabotase?

    Akibat kerusakan itu, rumah pompa tidak bisa membuang air ke aliran Banjir Kanal Barat.

    "Bahkan bisa membuat jalan akses dari Manggarai ke Tanah Abang terputus atau sebaliknya karena luapan air yang tidak bisa dibuang. Imbasnya bisa menimbulkan macet ke mana-mana."

    Menurut dia, saat musim hujan seperti saat ini rumah pompa harus dipastikan bisa beroperasi mengantisipasi banjir Jakarta. Tindakan memutus aliran listrik rumah pompa bisa berdampak vital dan merugikan banyak orang.

    "Pimpinan juga bertanya-tanya. Kenapa ada yang memutus kabel listrik rumah pompa saat mau masuk puncak musim hujan," ujarnya. "Bahkan pimpinan saya menduga ada unsur sabotase karena kabel tidak diambil, hanya seperti diputus dengan cara ditarik," ujarnya.

    Kapolsek Menteng Komisaris Iver Son Manossoh mengerahkan anak buahnya untuk mengecek dugaan sabotase tersebut.

    Meskipun berita soal dugaan sabotase sudah ramai diperbincangkan, Iver mengatakan timnya belum menerima laporan apapun terkait dugaan sabotase rumah pompa itu. "Tim kami sedang lakukan cek lapangan," ujar Iver saat dihubungi Tempo, Kamis, 21 Januari 2021.

    ADAM PRIREZA | M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.