Pemerintah DKI Pertimbangkan Masukkan Lagi Sanksi Progresif Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin ditemui awak media di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara pada Kamis, 30 Juli 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin ditemui awak media di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara pada Kamis, 30 Juli 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP DKI Jakarta menyatakan pemerintah telah mengkaji untuk kembali menerapkan sanksi progresif terhadap para pelanggar protokol kesehatan. "Sedang dievaluasi rencana itu," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin saat dihubungi, Sabtu, 23 Januari 2021.

    Arifin irit bicara saat ditanya alasan Pemerintah DKI Jakarta menghilangkan sanksi progresif dalam regulasi baru. Sanksi progresif itu sudah tidak ada di Pergub nomor 3 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan Perda nomor 2 tahun 2020 tentang penanggulangan Covid-19.

    Baca: Ombudsman: Anies Baswedan Masih Bisa Masukkan Sanksi Progresif Prokes di Pergub

    Satpol PP, kata dia, terus meningkatkan pengawasan dan Operasi Yustisi selama pembatasan sosial. Sejak pengetatan PSBB pada 11 Januari hingga kemarin, Satpol PP telah menghukum 21.615 orang yang tidak menggunakan masker. "Sebanyak 528 orang di antaranya kami denda Rp 250 ribu, dan sisanya menjalani sanksi sosial."

    Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mendesak Gubernur DKI Anies Baswedan untuk memasukkan sanksi progresif. Menurut dia, tidak tepat menghilangkan sanksi progresif saat kasus konfirmasi Covid-19 semakin tinggi akibat ketidakpatuhan masyarakat.

    "Dalam keadaan seperti saat ini bukan dikendurkan hukumannya, tapi diperberat biar masyarakat mau patuh," ujar Arifin soal rencana memasukkan lagi sanksi progresif ke dalam aturan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.