Listyo Sigit Akan Hidupkan Pam Swakarsa, FPI Singgung Adu Domba Masyarakat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (ketiga kanan) memberi hormat didampingi Ketua DPR Puan Maharani (ketiga kiri), Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kedua kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), dan Rachmad Gobel (kiri), dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021. DPR RI menyetujui Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri yang baru. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (ketiga kanan) memberi hormat didampingi Ketua DPR Puan Maharani (ketiga kiri), Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kedua kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), dan Rachmad Gobel (kiri), dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021. DPR RI menyetujui Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri yang baru. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Front Persaudaraan Islam atau FPI khawatir dihidupkannya kembali pasukan pengamanan masyarakat atau Pam Swakarsa akan membuat sejarah kelam terulang kembali. Juru Bicara FPI Munarman mengatakan sejarah kelam itu adalah bentrokan antara masyarakat dengan masyarakat yang sudah terjadi sejak zaman penjajahan.

    "Ingat, dulu personel Marsose dan centeng-centeng pengusaha Belanda juga dari kalangan pribumi," ujar Munarman saat dihubungi Tempo, Ahad, 24 Januari 2021.

    Baca: FPI Pernah Mesra dengan Pemerintah hingga Pelopor Aksi Bela Islam

    Setelah zaman penjajahan Belanda, Munarman mengatakan bentrok antar-masyarakat sipil juga terjadi pada zaman orde lama. Ia mengatakan saat itu pemimpin Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) menjadikan pemuda dan CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia, sayap mahasiswa Partai Komunis Indonesia) sebagai ujung tombak menghancurkan lawannya.

    "Lalu di tahun 2019-2020 ini yang katanya zaman milenial, kita saksikan ada banyak "orang gila" meneror ulama, salah satunya seperti yg terjadi pada almarhum Syech Ali Jaber," kata Munarman.

    Munarman khawatir dihidupkannya kembali Pam Swakarsa akan membuat sejarah kelam itu kembali terulang. Apa lagi pada 1998, kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk oleh TNI itu berujung pada Tragedi Semanggi. "Jadi ini pengulangan sejarah. Politik devide et impera, adu domba sesama rakyat," kata Munarman.

    Rencana calon Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit menghidupkan kembali Pam Swakarsa dijelaskan saat uji kelayakan di rapat paripurna DPR, Kamis, 21 Januari 2021. Dalam uji itu, Sigit menjelaskan Pam Swakarsa akan diintegrasikan dengan perkembangan teknologi informasi dan fasilitas-fasilitas yang ada di Polri.

    "Tentunya ke depan Pam swakarsa harus lebih diperan aktifkan dalam mewujudkan Harkamtibmas," kata Sigit.
    Tak cuma dari FPI, rencana ini juga menuai kecaman dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Mereka mengingatkan ada masalah celah hukum dan potensi kekerasan dari dihidupkannya Pam Swakarsa lagi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.