Kasus Covid-19 di DKI Bertambah 3.513 Orang, Rasio Positif 16,5 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga non medis menyiapkan makanan untuk tenaga kesehatan dan pasien COVID-19, di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Jumat 22 Januari 2021. Jumlah tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet saat ini sebanyak 2.653 orang dan merawat 4.935 pasien COVID-19 per Jumat (22/1). ANTARA FOTO/Fauzan

    Sejumlah tenaga non medis menyiapkan makanan untuk tenaga kesehatan dan pasien COVID-19, di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Jumat 22 Januari 2021. Jumlah tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet saat ini sebanyak 2.653 orang dan merawat 4.935 pasien COVID-19 per Jumat (22/1). ANTARA FOTO/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta dilaporkan bertambah 3.512 orang pada Ahad, 24 Januari 2021.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan jumlah tersebut hasil dari tes PCR kepada 13.612 orang.

    "Hari ini kasus aktif naik 1.188 kasus sehingga totalnya menjadi 24.224 kasus aktif Covid-19 di DKI," kata Dwi melalui keterangan tertulisnya, hari ini.

    Jumlah total kasus Covid-19 di Jakarta sampai hari ini mencapai 249.815 kasus. Pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 221.567 orang dengan tingkat kesembuhan 88,7 persen. Sebanyak 4.024 orang meninggal dengan tingkat kematian 1,6 persen. "Adapun rasio tes PCR per 1 juta penduduk sebanyak 238.320. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 129.233," ujarnya.

    Baca juga: Kasus Covid-19 Menanjak Terus, RSD Wisma Atlet Mulai Seleksi Pasien yang Dirawat

    Untuk positivity rate atau persentase hasil tes positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 16,5 persen. Secara akumulasi persentase tes positif Covid-19 di Jakarta sebesar 9,8 persen. Angka itu jauh di atas standar WHO juga menetapkan standar persentase kasus Covid-19 tidak lebih dari 5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.