Operator Terminal di Jakarta Menantikan Pengadaan GeNose

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengecekan kantong nafas dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu, 24 Januari 2021. Selain lebih cepat, biaya deteksi Covid-10 dengan alat ini diklaim lebih murah dari rapid test. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas melakukan pengecekan kantong nafas dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu, 24 Januari 2021. Selain lebih cepat, biaya deteksi Covid-10 dengan alat ini diklaim lebih murah dari rapid test. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah operator terminal bus umum di DKI Jakarta menantikan pengadaan alat pendeteksi COVID-19 karya putera bangsa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, GeNose. "Kami juga kepengen punya alat itu (GeNose), tapi  masih menunggu regulasinya dari Kementerian Perhubungan," kata Kepala Terminal Pulogebang Bernard Pasaribu di Jakarta, Senin, 25 Januari 2021.

    Operator terminal akan menyesuaikan pengadaan alat GeNose dengan jumlah penumpang. Kebutuhan akan disesuaikan dengan jumlah keberangkatan penumpang. “Kalau perlu disesuaikan dengan kedatangan penumpang juga."

    Baca: GeNose Digunakan per 5 Februari, Ini Pesan Menhub ke Pengguna Bus dan Kereta

    Jumlah alat deteksi dini COVID-19 itu akan disesuaikan permintaannya berdasarkan kemampuan pemakaian.

    Berapa banyak yang diperlukan? "Nah itu saya yang belum paham.” Untuk menentukan jumlah yang dibutuhkan, ia harus mengetahui kemampuan alat itu. “Baru kita tentukan jumlahnya," kata Bernard.

    Informasi awal yang diberikan kepada operator terminal, kata dia, GeNose berkemampuan mengeluarkan hasil analisa COVID-19 dalam waktu 3 menit dengan menggunakan media plastik.

    Kepala Terminal Kampung Rambutan, Made Jhoni, mengatakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah mengunjungi Terminal Kampung Rambutan, Ahad, 24 Januari 2021 untuk mengecek kesiapan alat GeNose yang sedang dipesan. "Alatnya sampai hari ini memang belum ada di terminal. Masih dipesan oleh Kementerian Perhubungan. Kami masih menantikan alatnya."

    Saat dicek secara acak calon penumpang dinyatakan positif, kata Jhoni, maka yang bersangkutan tidak dibolehkan berangkat.

    Kehadiran GeNose diharapkan dapat memperketat pergerakan penumpang lintas provinsi. "Jika calon penumpang merasa sakit, jangan bepergian dahulu, apalagi menggunakan bus, karena akan dicek dengan GeNose secara acak," katanya.

    Sesuai arahan Menteri Perhubungan, pengadaan alat tes GeNose ditargetkan berlangsung pada Februari 2021. Terminal Terpadu Pulogebang akan menjadi terminal pertama yang diprioritaskan untuk pengadaan alat GeNose.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.