BIG: Permukiman Kabupaten Bogor Harus Ditata untuk Antisipasi Potensi Bencana

Reporter

Warga mengamati kondisi pascabanjir bandang yang melanda Kampung Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 19 Januari 2021. Dilaporkan, bahwa banjir bandang ini terjadi dua kali yaitu sekitar pukul 09.00 WIB dan banjir bandang susulan pada pukul 12.10 WIB. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Informasi Geospasial (BIG) mengatakan perlu penataan kembali permukiman di Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk mitigasi terhadap potensi bencana di kemudian hari. "Wilayah permukiman saat ini memiliki potensi ancaman dari satu atau lebih bencana geologi sehingga sangat berisiko," kata Koordinator Informasi Geospasial Tematik (IGT) Bidang Kebencanaan BIG Ferrari Pinem kepada ANTARA, Jakarta, Senin, 25 Januari 2021.

Dari hasil kaji cepat tim dari Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT) BIG mengenai banjir bandang di Kampung Gunung Mas, Bogor, dan memperhatikan Peta Kesesuaian Lahan Permukiman dengan Multirawan Bencana Geologi untuk Kabupaten Bogor, BIG merekomendasikan pembenahan kembali terhadap wilayah-wilayah permukiman di Kabupaten Bogor terhadap kemungkinan terjadinya risiko bencana di masa datang.

Baca: Pemerintah Kabupaten Bogor Dapat Lagi Dana PEN Rp. 64, 4 Miliar, Bakal Buat Apa?

BIG juga merekomendasikan penguatan aspek mitigasi bencana. Baik mitigasi secara struktural maupun non-struktural.

Langkah yang paling ekstrem bisa dilakukan dengan melaksanakan proses relokasi terhadap wilayah yang memang secara alami sangat berisiko karena berada pada zona yang sangat berbahaya dan sulit untuk dilakukan mitigasinya.

Dari peta multirawan bencana geologi, kata Ferrari, setidaknya ada tiga jenis bencana geologi yang perlu diantisipasi di daerah Kabupaten Bogor yaitu rawan bencana akan gunung api, gempa bumi, dan gerakan tanah. Dari ketiga jenis ancaman itu yang perlu diantisipasi adalah potensi gerakan tanah yang berada dalam zona menengah hingga tinggi.

Hasil analisa dari berbagai sumber data tematik menunjukkan bahwa wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Gunung Mas, Bogor, perlu segera dipulihkan dan diperkuat untuk aspek mitigasinya terutama dalam penyediaan sistem peringatan dini (early warning) banjir bandang dan longsor.

"Wilayah itu secara alami berada pada wilayah outlet (keluaran) yang berupa jalur buangan material dan air dari daerah hulu di atasnya, sehingga dari sisi ekosistem wilayah itu berpotensi kembali untuk terjadi banjir bandang di masa datang."

Berdasarkan hasil olahan data dengan membandingkan persyaratan peruntukan permukiman yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41 Tahun 2007 dengan jenis ancaman bencana geologi yang ada didapatkan kesimpulan bahwa wilayah terdampak Kampung Gunung Mas memiliki peruntukan permukiman yang rendah.

Selain dari pola aliran dan kemiringan lereng, faktor morfometri DAS lainnya yang mungkin berpengaruh terhadap kejadian banjir bandang di Gunung Mas adalah bentuk Sub DAS Cisampay, yaitu radial (bulat).

Pada 19 Januari 2021 terjadi banjir bandang di Kampung Gunung Mas, Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan durasi yang cukup lama. Intensitas hujan berada di kisaran 50-100 milimeter per hari yang masuk dalam kategori lebat.







Gempa Terasa di Sumedang dari Sesar Darat Cileunyi-Tanjungsari

1 hari lalu

Gempa Terasa di Sumedang dari Sesar Darat Cileunyi-Tanjungsari

Sumber gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 16 kilometer.


Info Terkini, Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera

2 hari lalu

Info Terkini, Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi.


BPBD Kabupaten Bogor Tetapkan Status Siaga Bencana Hingga Akhir Tahun

2 hari lalu

BPBD Kabupaten Bogor Tetapkan Status Siaga Bencana Hingga Akhir Tahun

Hingga Agustus 2022, BPBD Kabupaten Bogor mencatat 524 bencana di wilayahnya.


Data Sementara Korban Gempa Tapanuli Utara, 1 Meninggal dan 11 Luka

3 hari lalu

Data Sementara Korban Gempa Tapanuli Utara, 1 Meninggal dan 11 Luka

Gempa Tapanuli Utara terjadi pada Sabtu dinihari, 1 Oktober 2022, pukul 02.28 WIB. Bermagnitudo 6,0.


Gempa Dangkal Magnitudo 5,2 Guncang Jayapura Malam Ini

4 hari lalu

Gempa Dangkal Magnitudo 5,2 Guncang Jayapura Malam Ini

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.


Pejabat Desa Ungkap Keseharian Ayah Sejuta Anak: Marketing Perumahan

4 hari lalu

Pejabat Desa Ungkap Keseharian Ayah Sejuta Anak: Marketing Perumahan

Polisi menangkap Suhendra, pemilik Yayasan Ayah Sejuta Anak, atas dugaan tindak pidana perdagangan orang


BPBD Bogor Bacakan Hasil Investigasi Penyebab Pergeseran Tanah di Bojongkoneng

6 hari lalu

BPBD Bogor Bacakan Hasil Investigasi Penyebab Pergeseran Tanah di Bojongkoneng

BPBD Kabupaten Bogor menjelaskan penyebab pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng karena rayapan tanah


Kabupaten Bogor Janji Dukung Pemenuhan Hak Anak

6 hari lalu

Kabupaten Bogor Janji Dukung Pemenuhan Hak Anak

Pemerintah Kabupaten Bogor janji untuk mendukung pemenuhan hak-hak anak.


Gempa M6,4 di Aceh, Badan Geologi: Pantai Aceh Barat Rawan Tsunami

9 hari lalu

Gempa M6,4 di Aceh, Badan Geologi: Pantai Aceh Barat Rawan Tsunami

Gempa tersebut tidak menyebabkan tsunami, kendati daerah pantai Kabupaten Aceh Barat rawan bencana tsunami.


BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

10 hari lalu

BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke Lempeng Eurasia.