KPAI : Kasus Anak Terpapar Covid-19, Depok Lampaui Nasional

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit flu/pilek. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak sakit flu/pilek. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Depok - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengatakan kasus anak tertular Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat, cukup tinggi yakni 15 persen. Angka ini melampaui angka nasional yang hanya 8 persen.

    “Ini ironis, karena anak-anak saat ini masih berada di rumah, masih belajar dari rumah dan belum ada sekolah tatap muka,” kata Retno kepada wartawan, Senin 25 Januari 2021.

    Ia yakin, penularan terhadap anak karena klaster keluarga. “Ayah dan ibunya kemungkinan bekerja dan keluar rumah,” kata Retno.

    Baca: 18 Anak Muda Ditangkap di Semanggi, Polisi: Dicurigai Anarko

    Untuk itu, kata Retno, perlu adanya kehati-hatian orangtua dan peningkatan disiplin protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan keluarga. Anggota keluarga diminta agar tetap di rumah, tidak perlu melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak penting.

    “Risiko penularan Covid-19 akan jauh lebih besar jika berada di luar rumah.”

    Hingga hari ini, Depok masih memiliki kasus aktif sebanyak 4.792 orang. Dan jika ditotal secara keseluruhan, kasus terkonfirmasi positif sudah mencapai 24.796 kasus, dengan rincian sembuh 19.460 orang, dan meninggal dunia 544 orang. 

    Para orang tua diminta memastikan tidak membawa virus yang bisa menulari anak saat kembali ke rumah jika terpaksa harus keluar rumah. “Tetap gunakan masker jika harus  beraktivitas di luar rumah dan segera bersihkan diri setelah pulang ke rumah,” kata Dadang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.