Catherine Wilson Divonis 7 Bulan Penjara Dikurangi Masa Tahanan dalam Kasus Sabu

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setelah terciduk polisi akibat kasus narkoba, model Catherine Wilson kembali menjadi perbincangan usai videonya yang terlihat mabuk ketika menjadi bintang tamu di sebuah acara talkshow di televisi menjadi viral. Dalam video yang direkam pada 2019 tersebut, Catherine tampak tidak fokus dan netizen pun menilai bahwa dirinya mabuk saat syuting acara tersebut. Youtube

    Setelah terciduk polisi akibat kasus narkoba, model Catherine Wilson kembali menjadi perbincangan usai videonya yang terlihat mabuk ketika menjadi bintang tamu di sebuah acara talkshow di televisi menjadi viral. Dalam video yang direkam pada 2019 tersebut, Catherine tampak tidak fokus dan netizen pun menilai bahwa dirinya mabuk saat syuting acara tersebut. Youtube

    TEMPO.CO, Depok -Model Catherine Wilson alias Keket divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas I B Kota Depok dengan pidana penjara 7 bulan, Senin 25 Januari 2021.

    Dalam sidang putusan yang digelar PN Kota Depok secara virtual, Majelis Hakim yang diketuai Nugraha Medica Prakasa, dengan anggota Nanang Herjunanto dan Eko Julianto menyatakan Keket dan seorang terdakwa lain bersalah.

    “Menyatakan terdakwa I Catherine binti Peter Wilson dan terdakwa II Jumadi bin Sukidi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukam tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri, dan menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama 7 bulan,” kata Nugraha saat membacakan amar putusannya.

    Nugraha juga membacakan, pidana yang dijatuhkan kepada Keket dan Jumadi akan dikurangi dengan masa penangkapan dan penahanan yang telah keduanya jalani.

    Baca juga :  Jaksa Tuntut Catherine Wilson 8 Bulan Rehabilitasi

    “Masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh para terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang telah dijatuhkan,” kata Nugraha.

    Diakhir putusan, Nugraha pun menyebut, barang bukti berupa kristal warna putih dengan berat netto 0,7184 gram, seperangkat alat sabu berupa cangklong kaca beserta sedotan plastik, bong dari botol kaca, dan satu buah korek api gas warna kuning, dirampas untuk dimusnahkan. 

    “Satu buah handphone merek Iphone XR warna hitam berikut simcard, satu buah handphone Oppo A7 warna hitam berikut simcard dirampas untuk negara,” kata Nugraha.

    Sebelumnya, Keket dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan rehabilitasi selama 8 bulan. 

    Jaksa Penuntut Umum, Rozi Juliantono menyebut, Catherine telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 jenis sabu.

    Artis Catherine Wilson mengenakan baju tahanan saat pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Polda Metro Jaya, Sabtu, 18 Juli 2020. Catherine Wilson ditangkap dikediamannya bersama satu tersangka lain berinisial J yang merupakan security dirumahnya dengan barang bukti dua klip sabu dengan berat 0.43 gram dan 0.66 gram beserta alat hisap. Tempo/Nurdiansah 

    “Menjatuhkan pidana berupa menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi selama 8 bulan di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido,” kata Rozi saat pembacaan amar tuntutan dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Kelas I B Kota Depok, Rabu 6 Januari 2021. 

    Rozi mengatakan, Catherine dan satu terdakwa lain atas nama Jumadi terbukti menyalahi Pasal 127 ayat (1) huruf a UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Catherine ditangkap polisi usai kedapatan menyimpan narkotika pada 17 Juli 2020. Ia ditangkap di kediamannya kawasan Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat.

    Selain itu, kepolisian juga menangkap Satpam rumah Catherine Wilson, Jumadi yang kerap diperintahkan Catherine Wilson untuk melakukan transaksi barang haram tersebut atau menjadi kurir. Saat penangkapan polisi menyita dua paket sabu seberat 0,43 gram dan 0,66 gram, beserta alat hisapnya.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.