Wagub DKI: Penyebaran Covid-19 Sudah Masuk ke Keluarga Inti

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau protokol kesehatan saat pengetatan PSBB di Mal Ciputra, Jakarta Selatan, 13 Januari 2021. Tempo/Imam Hamdi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau protokol kesehatan saat pengetatan PSBB di Mal Ciputra, Jakarta Selatan, 13 Januari 2021. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan saat ini penyebaran Covid-19 sudah masuk ke banyak lini, termasuk adanya klaster penyebaran virus Corona di beberapa panti asuhan Jakarta.

    "Sekarang, selain di kantor, di mall, di pasar, di stasiun, di halte, di panti asuhan juga ada. Jadi sekarang memang sudah masuk di banyak lini, bahkan di keluarga juga masih terus meningkat angkanya," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin, 25 Januari 2021.

    Karena itu, Riza meminta kepada seluruh masyarakat untuk semakin taat dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan. Saat ini ruang lingkup penyebaran virus Corona semakin mengecil, bahkan telah memasuki keluarga inti.

    Baca juga: 40 Anak Panti Asuhan Asisi Depok Terindikasi Terpapar Covid-19

    "Ini harus menjadi perhatian kita, bahwa kita sekarang mendengar berita orang terpapar virus Covid-19 bukan lagi teman atau kenalan atau sahabat, tapi sudah masuk di lingkungan keluarga kita, bahkan tidak sedikit yang sudah masuk di keluarga inti," ungkap Ariza.

    Riza mengatakan, ini berarti sudah semakin banyak, semakin dekat orang yang terpapar Covid-19. "Yang artinya kita harus semakin disiplin dan semakin taat, jangan menunggu anggota keluarga kita yang terpapar, apalagi meninggal baru kita betul-betul disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," kata Wagub DKI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.