Polda Metro Jaya Jadwalkan Olah TKP Kasus Video Gisel dan Michael Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Gisella Anastasia atau Gisel memenuhi panggilan wajib lapor atas kasus dugaan pornografi terkait video syur di Polda Metro Jaya, Senin 18 Januari 2021. Gisel dikenai wajib lapor sebagai syarat karena tidak dilakukan penahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka bersama Michael Yukinobu de Fretes. Tempo/Nurdiansah

    Tersangka Gisella Anastasia atau Gisel memenuhi panggilan wajib lapor atas kasus dugaan pornografi terkait video syur di Polda Metro Jaya, Senin 18 Januari 2021. Gisel dikenai wajib lapor sebagai syarat karena tidak dilakukan penahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka bersama Michael Yukinobu de Fretes. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP kasus video syur penyanyi Gisella Anastasia alias Gisel dan Michael pada pekan depan.

    "Perkara saudari GA dan saudara MYD, mudah-mudahan minggu depan, kalau memang lancar, kita lakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi-saksi ahli yang ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa, 26 Januari 2021.

    Meski demikian, Yusri tidak memberikan penjelasan lebih mendetail terkait tanggal pelaksanaan olah TKP tersebut.

    Dia hanya mengatakan olah TKP tersebut akan dilaksanakan di salah satu hotel di Medan, Sumatera Utara, yang merupakan lokasi Gisel merekam video dirinya dan Michael Yukinobu De Fretes (MYD).

    Baca juga : Polisi Akan Periksa Lokasi Pembuatan Video Porno Gisel di Medan

    Dalam perkara tersebut penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Gisel dan Michael sebagai tersangka.

    Meski demikian penyidik kepolisian memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap Gisel dan MYD karena yang bersangkutan kooperatif dan juga demi alasan kemanusiaan bagi Gisel.

    "Berdasarkan pertimbangan penyidik, saudari GA dan saudara MYD kooperatif selama dipanggil juga hadir, sehingga diambil satu kesimpulan tak perlu dilakukan penahanan," kata Yusri.

    Sedangkan alasan kedua penyidik tidak melakukan penahanan terhadap Gisel adalah karena yang bersangkutan mempunyai anak yang masih balita.
     
    "Untuk saudari GA berdasarkan kemanusiaan, anaknya masih berusia empat tahun lebih, perlu bimbingan orang tua khususnya ibunya, sehingga tak kami lakukan penahanan," ujar Yusri.

    Meski demikian Gisel dan Michael (MYD) yang telah menyandang status tersangka dalam video syur tersebut dikenakan wajib lapor dua kali dalam sepekan tiap Senin dan Kamis.

    Gisel ditetapkan sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

    Sedangkan Michael dijerat Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Gisel dan Michael pun terancam hukuman penjara minimal enam bulan dan paling lama 12 tahun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.