Buntut Minta Anies Baswedan Mundur, Ketua DPC Gerindra Kena Tegur Wagub DKI

Selasa, 26 Januari 2021 22:31 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memberikan keterangan pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Januari 2021. Tempo/Adam Prireza

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis mendapat teguran setelah dia meminta Gubernur DKI Anies Baswedan mundur lewat cuitannya di Twitter. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta mengatakan Ali Lubis telah diberi teguran. Riza Patria mengatakan kritik terhadap gubernur yang diusung Gerindra dan PKS tersebut sebaiknya disampaikan secara internal.

“Kami tegur bahwa kritik boleh, tetapi disampaikan secara internal. Memberi masukan boleh, tidak perlu ke publik,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 26 Januari 2021.

Wagub DKI tersebut mengatakan hingga saat ini sikap Partai Gerindra adalah mendukung kepemimpinan Anies dan dirinya hingga masa jabatan mereka habis. Menurut dia, seluruh kader partai harus memahami hal tersebut.

“Kami masih terus mendukung Anies-Sandi dan sekarang Anies-Ariza (Ahmad Riza Patria). Tugas kami sebagai partai mengawal, di DPRD, pemerintahan, dan masyarakat agar program Anies-Sandi, Anies-Ariza, dapat diselesaikan dengan baik,” ucap Riza Patria.






Dampak Formula E: Riset Indef Dipamerkan, Studi Kelayakan Jakpro Ditutupi

14 menit lalu

Dampak Formula E: Riset Indef Dipamerkan, Studi Kelayakan Jakpro Ditutupi

Gubernur Anies memamerkan riset INDEF tentang dampak penyelenggaraan Formula E. Di sisi lain DPRD mendesak dokumen studi kelayakan dibuka


Beda Respons Prabowo Usai Bertemu AHY dan Muhaimin

1 jam lalu

Beda Respons Prabowo Usai Bertemu AHY dan Muhaimin

Prabowo mengandalkan last minute untuk menjalin koalisi dengan Demokrat.


Formula E Disebut Menguntungkan, PSI Desak Dokumen Studi Kelayakan Dibuka

1 jam lalu

Formula E Disebut Menguntungkan, PSI Desak Dokumen Studi Kelayakan Dibuka

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menilai untung-rugi Formula E baru bisa terkonfirmasi jika dokumen studi kelayakan dibuka ke publik


Jamuan Kopi Hambalang Belum Bikin Prabowo-AHY Berkoalisi

4 jam lalu

Jamuan Kopi Hambalang Belum Bikin Prabowo-AHY Berkoalisi

Pernyataan Prabowo berbeda dari yang disampaikan saat menerima Cak Imin pada 18 Juni lalu.


Prabowo Kenang Kerja Sama Demokrat - Gerindra di Depan AHY

6 jam lalu

Prabowo Kenang Kerja Sama Demokrat - Gerindra di Depan AHY

Lantaran Gerinda berprinsip seribu kawan terlalu sedikit, kata Prabowo, maka dirinya ingin bekerja sama dengan sebanyak mungkin pihak.


Samsung Australia Didenda Rp 144 Miliar Sebab Iklan Anti Air Menyesatkan

12 jam lalu

Samsung Australia Didenda Rp 144 Miliar Sebab Iklan Anti Air Menyesatkan

Iklan Samsung Australia mempromosikan ponsel Galaxy dengan menampilkan orang-orang yang menggunakan ponsel mereka di kolam renang dan air laut.


Prabowo Terbahak-bahak, Belum Mau Buru-buru Koalisi dengan AHY

12 jam lalu

Prabowo Terbahak-bahak, Belum Mau Buru-buru Koalisi dengan AHY

Saat ditanya apakah sudah lahir koalisi, Prabowo menjawab dirinya dan AHY baru sebatas melakukan komunikasi politik.


Bertemu 2 Jam, Prabowo dan AHY Belum Sepakati Koalisi

14 jam lalu

Bertemu 2 Jam, Prabowo dan AHY Belum Sepakati Koalisi

Biasanya di Indonesia, kata Prabowo, koalisi partai politik diputuskan last minute atau saat-saat terakhir menjelang pemilu.


Anies Baswedan: 45 Persen Penonton Formula E Jakarta Generasi Milenial

14 jam lalu

Anies Baswedan: 45 Persen Penonton Formula E Jakarta Generasi Milenial

Anies Baswedan menyebut ajang balap Formula E Jakarta efektif menyampaikan pesan ramah lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.


Soal Keuntungan Formula E Jakarta, Anies: Tunggu Finalisasi Laporan Audit

15 jam lalu

Soal Keuntungan Formula E Jakarta, Anies: Tunggu Finalisasi Laporan Audit

Anies Baswedan akan membuka laporan audit soal Formula E Jakarta. Karena menggunakan dana publik, ia memastikan akan melaporkan ke publik.