Antisipasi Lonjakan Kasus, DKI Tambah RS Rujukan Covid-19

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memberikan keterangan pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa, 26 Januari 2021. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memberikan keterangan pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa, 26 Januari 2021. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta akan menambah jumlah rumah sakit atau RS rujukan Covid-19. Wagub DKI Riza Patria mengatakan, penambahan itu sebanyak tiga rumah sakit. Sehingga total RS rujukan Covid-19 di DKI menjadi 101 unit.

    Riza menyebut penambahan ini sesuai dengan kebijakan Gubernur Anies Baswedan dan juga Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi bertambahnya kasus positif Covid-19 secara signifikan. Apalagi secara nasional jumlah kasus Covid-19 sudah melewati angka satu juta pada Selasa, 26 Januari 2021.

    "Semuanya sudah diatur. Pokoknya prinsipnya semuanya kita tingkatkan rumah sakit dari 98 menjadi 101. Kita upayakan, kita tingkatkan terus," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa.

    Baca juga: Cegah Fasilitas Kesehatan Kolaps, Wagub DKI: Insya Allah Kami Bisa

    Wagub DKI mengatakan, untuk rumah sakit yang belum menjadi rujukan telah diminta memulai proses menjadi rumah sakit rujukan.

    "Sudah sering kami sampaikan, DKI Jakarta akan terus meningkatkan dan mengupayakan ketersediaan berbagai fasilitas. Mulai rumah sakit, laboratorium, ruang ICU, bahkan tempat pemakaman," ujar Riza.

    Selain itu, Riza juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno untuk menambah hotel sebagai tempat isolasi mandiri.

    "Bahkan kami minta kepada Menteri Pariwisata agar ke depan ditambah lagi hotel-hotel sebagai tempat isolasi mandiri," katanya.

    Riza menjelaskan antisipasi semacam itu dibutuhkan mengingat saat ini tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta mencapai 84-86 persen. Dari angka itu sebanyak 24 persen warga non-DKI mendapat perawatan Covid-19 di Jakarta.

    "Insyaallah kami bisa terus menyiapkan berbagai fasilitas termasuk SDM. Faktanya, sampai hari ini sekitar 24-30 persen kami ikut melayani warga dari luar Jakarta. Artinya, kalau tanpa itu, sebetulnya posisi okupansi kami masih pada kisaran 55 sampai 60 persen. Tapi karena selama ini memberikan pelayanan seluruh warga, semua dilayani dengan baik, maka okupansi kami naik di kisaran 84-86 persen," katanya.

    Sebelumnya diinformasikan Pemprov DKI Jakarta berencana kembali menambah jumlah tempat tidur perawatan isolasi dan tempat tidur intensive care unit (ICU).

    Karena per 24 Januari 2021, jumlah tempat tidur perawatan isolasi tersisa tinggal 14 persen. Dari 8.055 tempat tidur isolasi yang disediakan di RS rujukan Covid-19, sekitar 6.954 di antaranya sudah diisi oleh pasien.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?