ARSSI Minta Kemenkes Lunasi Biaya Rawat Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Swasta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Ventilator rumah sakit. (ANTARA/Shutterstock/am)

    Ilustrasi - Ventilator rumah sakit. (ANTARA/Shutterstock/am)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia, Iing Ichsan Hanafi, berharap Kementerian Kesehatan segera melunasi tunggakan perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit swasta yang belum dibayar. "Kami memohon dibantu agar klaim perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit swasta segera dibayar pemerintah pusat," kata Iing saat dihubungi, Selasa, 27 Januari 2021.

    Tunggakan klaim rumah sakit kepada Kementerian Kesehatan sudah mencapai ratusan miliar rupiah belum dibayarkan sampai sekarang. Iing berharap klaim biaya perawatan di puluhan rumah sakit swasta itu segera dibayar karena menyangkut biaya operasional rumah sakit.

    Baca: Cegah Fasilitas Kesehatan Kolaps, Wagub DKI: Insya Allah Kami Bisa

    "Rumah sakit sudah banyak yang mendesak agar klaim segera dibayarkan. Tapi sampai sekarang belum ada pembayaran klaim."

    Saat ini, kata Iing, sebanyak 70 dari 130 rumah sakit swasta di Ibu Kota, telah menjadi rumah sakit rujukan.

    Sedikitnya 30 persen tempat tidur perawatan rumah sakit swasta telah digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

    Rumah sakit swasta siap membantu pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. "Tapi kami sebagai benteng pertahanan terakhir juga butuh support. Klaim perawatan yang belum dibayar itu sangat berguna untuk operasional kami."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.