Tersangka Penjambret Sepeda Perwira TNI Ditangkap, Berikut Pengakuannya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjambretan. Swns.com

    Ilustrasi penjambretan. Swns.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buron sejak Oktober 2020 karena menjadi tersangka penjambret sepeda seorang perwira TNI, DJ, 31 tahun, akhirnya ditangkap polisi pada Selasa kemarin di tempat persembuyiannya di kawasan Cinere, Depok. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku korban jambretnya bukan hanya anggota TNI Marinir di Gambir, Jakarta Pusat saja.  

    "Dari hasil pemeriksaan, DJ sudah 11 kali menjambret pesepeda di jalan raya," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Burhanuddin saat dikonfirmasi, Rabu, 27 Januari 2021. 

    Baca: Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Tersangka Penjambret Ponsel

    Dalam setiap penjambretan, DJ biasa berkelompok bersama temannya. Mereka biasanya mengincar ponsel milik para korban yang diletakkan di atas sepeda.

    "DJ memang spesialis jambret menggunakan sepeda motor. Dia residivis," kata Burhanuddin. 

    Polisi menangkap DJ setelah buron karena membegal sepeda perwira Kolonel (Mar.) Pangestu Widiatmoko di Gambir, Jakarta Pusat. Pangestu adalah korban begal sepeda di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Senin, 26 Oktober 2020.

    Para tersangka berusaha mengambil tas korban yang sedang bersepeda, tapi gagal. Namun Pangestu jatuh dari sepedanya saat mempertahankan tasnya dan luka-luka.

    Saat ditangkap, DJ berusaha kabur sehingga polisi menembak kedua kakinya. DJ berperan sebagai joki sepeda motor dalam kasus begal ini. Ia diciduk setelah polisi menangkap tiga temannya terlebih dahulu.

    Dua tersangka yang telah diciduk terlebih dahulu adalah RHS dan RY. Sedangkan anggota komplotan penjambret sepeda yang lain, RA alias D menyerahkan diri kepada polisi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.