Riza Patria Ingin Menteri Pariwisata Tambah Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Gugus Covid-19 melihat data jumlah pasien Covid-19 di gedung isolasi mandiri di Gedung Sasana Krida Karang Taruna RW 03, Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 18 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas Gugus Covid-19 melihat data jumlah pasien Covid-19 di gedung isolasi mandiri di Gedung Sasana Krida Karang Taruna RW 03, Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 18 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Aptria berharap Kementerian Pariwisata bisa menambah jumlah hotel untuk dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Penambahan hotel untuk tempat isolasi dibutuhkan untuk menghadapi lonjakan pasien Covid-19.

    "Mudah-mudahan Menteri Pariwisata akan mendukung di Jakarta. Mudah-mudahan ada penambahan hotel untuk isolasi mandiri," kata Riza Patria kepada wartawan di TPU Rorotan, Jakarta Utara, 27 Januari 2021.

    Baca: DKI Berharap Pusat Segera Tambah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bodetabek

    Berdasarkan catatan RSD Wisma Atlet, sedikitnya ada 62 hotel dan penginapan yang telah digunakan untuk menampung pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Pasien yang menjalani isolasi mandiri di hotel dan penginapan itu telah mencapai 6.171 orang.

    Riza Patria berharap ke depan jumlah pasien bisa menurun seiring dengan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara serentak di beberapa wilayah di Jawa dan Bali.

    Pada PPKM jilid dua ini, Pemerintah DKI mengikuti arahan pemerintah pusat untuk menambah jam operasional sektor usaha hingga pukul 19.00, menjadi 20.00. "Karena mengakomodir kepentingan usaha restoran khususnya."

    Sementara itu, saat ini, tempat tidur untuk isolasi dan ruang perawatan intensif pasien Covid-19 di DKI telah terisi 84 persen. Dari jumlah itu, sebanyak 24 persen di antaranya merupakan pasien dari luar Jakarta. "Bahkan range-nya bisa sampai 24-30 persen pasien dari luar Jakarta."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.