Gondol Uang Rp 90 Juta, Komplotan Ini Sasar Orang Ambil Uang di ATM Sepi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebutkan ketidakhadiran Gisel atas pemeriksaan statusnya sebagai tersangka di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Senin, 4 Januari 2021. Gisel berhalangan hadir karena ada keperluan mendadak. TEMPO/Nurdiansah

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebutkan ketidakhadiran Gisel atas pemeriksaan statusnya sebagai tersangka di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Senin, 4 Januari 2021. Gisel berhalangan hadir karena ada keperluan mendadak. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komplotan spesialis ganjal ATM kembali beraksi di kawasan Jakarta - Bekasi. Dengan modal tusuk gigi, mereka bisa mengganjal mesin dan mengambil kartu ATM nasabah yang tengah bertransaksi. "Sasarannya mereka orang yang ambil duit di ATM sepi, seperti SPBU dan minimarket," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Januari 2021.

    Saat melakukan tindak kejahatannya, komplotan ini membagi tugas kepada tiga orang anggotanya. Seperti tersangka WI yang bertugas mengganjal ATM dengan tusuk gigi dan menukar kartu, lalu JS yang bertugas mengintip nomor PIN korbannya, dan terakhir tersangka IN yang akan mengalihkan perhatian korban saat kartu terganjal.

    "Jadi ketika korban panik, tersangka IN akan mengalihkan perhatian sementara WI menukar kartu korban dengan yang palsu," ujar Yusri.

    Setelah korban pergi dari TKP, para tersangka selanjutnya tinggal mengambil kartu asli yang terganjal. Mereka kemudian akan pergi ke ATM lain dan menguras rekening korban.

    Aksi kejahatan mereka akhirnya terhenti pada Senin, 25 Januari 2021. Polisi menangkap basah ketiga tersangka di minimarket Duren Sawit saat sedang mengganjal ATM.

    Kepada polisi, mereka mengaku sudah melakukan tindak kriminal itu di enam tempat berbeda di Jakarta dan Bekasi. Namun, sampai saat ini polisi baru menerima laporan dari dua korban saja yang masing-masing mengalami kerugian Rp 70 dan Rp 20 juta.

    Yusri mengatakan pihaknya akan mengembangkan jumlah korban dari kasus ganjal ATM ini. Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Mereka terancam hukuman pidana penjara hingga tujuh tahun.

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.