Polisi Tes Kejiwaan Pelaku Percobaan Penusukan Imam Masjid di Depok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com

    Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi hari ini memeriksa kejiwaan pelaku percobaan penusukan terhadap seorang imam masjid di Cimanggis, Depok.

    Kepala Polsek Cimanggis Komisaris Agus Khoeron mengatakan, pemeriksaan pelaku yang mengaku bernama Ismail itu dilakukan oleh psikiater dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    "Tadi pagi sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Agus saat dihubungi Tempo, Jumat, 29 Januari 2021.

    Agus mengatakan hasil pemeriksaan kejiwaan nantinya akan digunakan untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan. Selain itu, hasil tes kejiwaan juga akan menentukan berlanjut atau tidaknya kasus ini.

    Baca juga: Percobaan Penusukan Imam Masjid di Depok Gagal karena Pelaku Terpeleset

    Pemeriksaan kejiwaan terhadap Ismail dilakukan karena saat proses interogasi, Agus mengatakan pelaku kerap memberikan jawaban ngawur dan tidak berkaitan dengan pertanyaan polisi.

    "Motifnya kami enggak ngerti, katanya setengah (gila), saya enggak percaya aja. Makanya mau kami uji ke dokter," ujar Agus.

    Agus mengatakan dari keterangan warga sekitar, pelaku percobaan penusukan itu merupakan warga sekitar yang sering datang ke masjid itu. Namun Agus mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan.

    Mengenai identitas pelaku, Agus mengatakan pihaknya juga kesulitan menggali keterangan tersebut. "Namanya ganti-ganti terus, kadang bilang Ismail, kadang ganti lagi, makanya kami sedang tunggu KTP-nya," kata Agus.

    Percobaan penusukan terhadap imam masjid di Depok bernama Prinadi itu terjadi pada Kamis subuh kemarin. Beruntung hal itu tak terjadi karena pelaku terpeleset sebelum menusuk korban.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.