Harga Cabai Rawit Meroket, Dinas Ketahanan Pangan DKI Mau Pakai Mesin Penyimpan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjual cabai rawit memilah dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Januari 2021 berada pada level yang rendah dan terkendali. TEMPO/Tony Hartawan

    Penjual cabai rawit memilah dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Januari 2021 berada pada level yang rendah dan terkendali. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta menggandeng Perusahaan Daerah Pasar Jaya akan menggunakan mesin penyimpan atau 'Controlled Atmosphere Storage' (CAS) untuk mengendalikan harga cabai rawit merah di Ibu Kota.

    "Perumda Pasar Jaya punya mesin CAS, tahun 2021 ini kita optimalkan penggunaannya, supaya kenaikan harga cabai tidak berulang setiap tahun," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKPKP Pemprov DKI Jakarta, Suharini Eliawati, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021.

    Elly, sapaan akrab Eliawati menyebutkan, mesin CAS yang ada di sejumlah pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya diisi dengan cabai rawit dan bawang merah.

    Mesin CAS mampu menyimpan cabai rawit dan bawang merah dengan umur simpan hingga lima bulan.

    "Tidak semua jenis cabai yang bisa disimpan di mesin CAS. Hanya cabai rawit dan bawang merah saja," ujar Elly.

    Penggunaan mesin CAS telah dilakukan oleh Perumda Pasar Jaya. Mesin tersebut terdapat di Pasar Induk Kramatjati dan sejumlah pasar tradisional lainnya.

    Pada tahun 2020, lanjut Elly, penggunaan mesin CAS untuk penyimpanan cabai pernah dilakukan. Cabai yang disimpan lalu dipasok ke sejumlah pasar di DKI Jakarta.

    Baca juga : Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta karena Efek Faktor Cuaca

    "Tahun lalu pernah kita keluarkan untuk operasi pasar cabai, hanya saja harganya masih tinggi Rp 75 ribu, sedangkan cabai di Kementerian Pertanian bisa Rp55 ribu," kata Elly.

    Terjadinya perbedaan harga ini dikarenakan pengoperasian mesin CAS untuk menyimpan pasokan cabai dan bawang membutuhkan biaya tinggi.

    Teknis penggunaan mesin CAS, Perumda Pasar Jaya terlebih dahulu mengadakan kontrak dengan petani cabai dari daerah sentra produksi. Cabai yang diambil dari petani disimpan di mesin, akan digunakan apabila terjadi kelangkaan pasokan cabai.

    Elly menambahkan, DKPKP DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk menanggulangi kenaikkan harga cabai akibat faktor cuaca. Selain mengandalkan penggunaan mesin CAS, juga bersiap mengadakan operasi pasar bekerjasama dengan Kementerian Pertanian.

    Harga jual cabai khususnya cabai rawit merah di tingkat pasar tradisional berkisah antara Rp70 hingga Rp 90 ribu. Sedangkan di Pasar Tebet Barat, harga jual cabai rawit merah Rp100 ribu. Sedangkan Pasar Metro Atom terbilang rendah yakni Rp40 ribu per kg.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.