ILUNI UI Dukung Pembatasan WNA Masuk ke Indonesia, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Negara Asing mendorong barang bawaannya usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta, di Tangerang, 1 Januari 2021. Jika masih ada WNA yang mendarat pada periode pelarangan masuk Indonesia, maka dipastikan WNA tersebut harus terbang kembali ke luar Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

    Warga Negara Asing mendorong barang bawaannya usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta, di Tangerang, 1 Januari 2021. Jika masih ada WNA yang mendarat pada periode pelarangan masuk Indonesia, maka dipastikan WNA tersebut harus terbang kembali ke luar Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia atau ILUNI UI Andre Rahadian mendukung langkah pembatasan WNA (Warga Negara Asing) masuk ke Indonesia sebagai mitigasi penanganan Covid-19.

    “Hal ini diperlukan untuk meminimalisasi potensi masuknya mutasi virus Covid-19 yang telah terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan sejumlah negara di Asia," ujar Andre dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021.

    Ketua Umum ILUNI UI Andre mengapresiasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pembatasan masuk WNA dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri. Hanya saja, pelaksanaannya harus dilakukan dengan konsisten agar berdampak pada penurunan penyebaran virus.

    "Pemerintah sudah melakukan mitigasi dengan PPKM Jawa-Bali untuk mengurangi pergerakan penduduk. Sudah melakukan pelarangan WNA untuk datang ke Indonesia, kecuali memenuhi persyaratan. Semoga ini bisa mencegah masuknya mutasi virus COVID-19 yang disebut lebih berbahaya,” tambah Andre.

    Selain pembatasan pergerakan penduduk dalam dan luar negeri, Andre juga mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kesiapan vaksinasi Covid-19. Tidak hanya terkait distribusi maupun teknis pemberian, namun pemerintah harus sigap akan implikasi mutasi virus terhadap vaksin yang telah ada.

    Baca juga : Viral Ratusan WNA Cina Berbaju Hazmat, Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Buka Suara

    Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K) MARS DTM&H DTCE mengatakan kemunculan terjadinya mutasi yang membentuk varian baru lumrah terjadi. Adanya kemungkinan mutasi yang baru muncul dan bermasalah terhadap kerja vaksin menjadi tugas bagi industri vaksin global.

    “Vaksin harus siap untuk disesuaikan berdasarkan kondisi mutan SARS CoV-2 agar kinerja vaksin masih efektif dalam mengenali SARS CoV-2,” jelas Tjandra.

    Lebih lanjut, Tjandra menyatakan munculnya mutasi SARS CoV-2 varian D614 sebenarnya sudah lama, tepatnya sejak Februari 2020.

    “Menariknya, Pemerintah Inggris melaporkan kemunculan mutasi D614 di Inggris kepada WHO dalam kerangka International Health Regulation yang mengatur kemungkinan penularan penyakit antarnegara. Selain di Inggris, mutasi SARS CoV-2 juga terjadi di Afrika Selatan,” imbuh dia.

    “Ada lima vaksin yang disetujui, yang sudah mulai dari Sinovac. Kita belum dapat informasi apakah vaksin ini bekerja untuk varian baru,” demikian Andre menambahkan terkait pembatasan WNA dan potensi masuknya varian baru Covid-19.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.