Hingga Sabtu Pagi, 3.710 Pasien Covid-19 Tercatat Dirawat di Wisma Atlet

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan sampai dengan pukul 08.00 WIB, Sabtu, 30 Januari 2021, tercatat 3.710 pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Para pasien yang terdiri dari 1.930 pria dan 1.780 wanita itu dirawat di Tower 4, 5, 6, dan 7 Wisma Atlet.  

    Jumlah pasien Covid-19 di Wisma Atlet bertambah dibandingkan kemarin, Jumat, 29 Januari 2021. “Semula 3.670 orang. Bertambah 40 orang,” tulis Aris dalam keterangan tertulisnya hari ini. 

    Baca: DKI Dapat 3 Mobil PCR, Anies Baswedan: Kami Mau Potong Rantai Penularan Covid-19

    Berdasarkan rekapitulasi data itu, sejak 23 Maret 2020 hingga hari ini sudah ada 55.067 pasien Covid-19 terdaftar dirawat di tower 4, 5, 6, dan 7 RSD Wisma Atlet. Dari jumlah itu, sebanyak 51.357 orang di antaranya telah keluar. 539 orang dirujuk ke rumah sakit lain, 54 orang meninggal, serta 50.710 orang telah dinyatakan sembuh. 

    Sampai dengan periode waktu yang sama terdapat 2.059 orang pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap di Tower 8 dan 9 Wisma Atlet Karantina Pademangan, Jakarta Utara. Jika dibandingkan dengan kemarin, angka itu bertambah sebanyak 218 orang.

    Aris juga mencatat ada 6.129 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di hotel dan penginapan di wilayah Jakarta. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.