Tekan Kematian, Tangerang Imbau Pasien COVID-19 Berat Dirawat di Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang mengimbau pasien COVID-19 kategori sedang hingga berat untuk menjalani perawatan di rumah sakit untuk menekan angka kematian. Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan penambahan kasus kematian akibat COVID-19 selama Januari 2021 karena pasien datang dalam kondisi sudah berat.

    "Mereka datang sudah dalam kondisi kritis.” Seharusnya, ketika sudah mengalami gejala, langsung minta perawatan. “Kami sudah siapkan fasilitasnya," kata Arief.

    Baca: Hingga Sabtu Pagi, 3.710 Pasien Covid-19 Tercatat Dirawat di Wisma Atlet

    Fasilitas kesehatan ruang perawatan intensif atau ICU mencukupi. Bahkan untuk tempat isolasi mandiri, Pemerintah Kota Tangerang memiliki 1.672 unit di sejumlah rumah isolasi terkonsentrasi (RIT). "Fasilitas kesehatan yang disiapkan Pemkot Tangerang sudah sangat banyak.”

    Pemerintah Kota juga terus memperbarui data ketersediaan ruangan di rumah sakit maupun RIT. Ia meminta warga yang mengalami gejala COVID-19 agar segera minta ruang dan perawatan agar maksimal mendapatkan penanganan.

    Laman Covid19.tangerangkota.go.id mencatat jumlah kematian akibat COVID-19 hingga tanggal 30 Janurai 2021 pukul 09.00 WIB sebanyak 120 orang. Angka itu bertambah 23 orang sejak 1 Januari 2021 yang terdata 97 orang.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan ketersediaan ruang ICU di RS saat ini masih mencukupi. Warga bisa menghubungi fasilitas kesehatan jika membutuhkan pelayanan kesehatan.

    Dinas juga akan melakukan pemeriksaan ke setiap rumah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri untuk memastikan tidak ada yang dalam kondisi kritis namun tak dirawat. "Bila kondisinya kritis maka bisa langsung dirawat agar segera pulih," kata Liza.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.